Aliansi Pemuda Uluere Kerja sama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel dan Bantaeng Akan Gelar Kemah Buku Kebangsaan

0
30
views

Apakabarkampus.com — Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan Sijaya bersama Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Bantaeng H.A. Akil Resa dan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bantaeng Syahrul Bayan, Kepala Bidang Perpustakaan DPK Sulsel Nilma, melakukan pertemuan dengan Aliansi Pemuda Uluere Kabupaten Bantaeng, di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantaeng, Senin (24/08/2020).

Pertemuan yang di pimpin Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantaeng tersebut adalah dalam rangka membicarakan persiapan pelaksanaan Kemah Buku Kebangsaan (KBK) IV Tahun 2020 yang akan dilaksanakan di Hutan Pinus Rombeng Bantaeng pada tanggal 26-28 Oktober 2020 mendatang.

Pada pertemuan tersebut, Kadis DPK Sulsel Hasan Sijaya menjelaskan awalnya rencana pelaksanaan kegiatan Kemah Buku Kebangsaan akan dilaksanakan pada tahun ini berskala nasional yang dikemas dalam bentuk Jambore Literasi Nasional, namun karena wabah Covid-19 maka kegiatan tersebut tetap akan dilaksanakan namun dipersempit hanya dalam skop Sulawesi Selatan Saja, waktu pelaksanaannya juga yang semula direncanakan akan berlangsung selama enam hari dikurangi menjadi tiga hari saja.

“Pada prinsipnya kami dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel siap sharing bekerja sama dengan adik-adik dari Aliansi Pemuda Uluere, dan teknis kegiatannya silahkan diatur, kami juga akan melibatkan pustakawan yang awalnya direncanakan 100 orang tetapi karena kita masih dalam situasi Pandemi Covid- 19 kami libatkan hanya sekitar 30 sampai 40 orang pustakawan dalam kegiatan ini,” ujar Hasan Sijaya.

“Saya berharap sebelum kegiatan ini dilaksanakan tentu kita harus meminta dulu persetujuan dari Bupati Bantaeng, karena apapun yang kita lakukan, sebagus apapun bentukan acara kita, tampa restu Bupati tentu tidak bagus.

Menyikapi hal itu Kepala DPK Kabupaten Bantaeng dalam waktu satu dua hari ini akan menghadap langsung ke Bupati untuk melaporkan rencana pelaksanaan kegiatan ini.

Sementara itu, Rahman dari Aliansi Pemuda Uluere menjelaskan bahwa mengawali pelaksanaan kegiatan KBK ini, pihaknya telah dilaksanakan beberapa rangkaian kegiatan antara lain pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 kemarin, dilaksanakan kegiatan mengarak Bendera Merah Putih sepanjang 75 meter sejauh lima Kilometer yang turut diikuti oleh Ibu Bupati/ Ketua TP PKK Kab. Bantaeng.

Bendera tersebut menurutnya juga nantinya akan dibentangkan pada puncak acara KBK dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 tanggal 28 Oktober 2020 di Lokasi Perkemahan.

Kemah Buku Kebangsaan kali ini menurut Abi, juga penggiat literasi dari Aliansi Pemuda Uluere ini, adalah kegiatan KBK yang keempat, pertama dilaksanakan pada tahun 2017, selanjutnya tahun 2018 dan 2019, pesertanya dari berbagai daerah di tanah air. Namun karena Pandemi Covid 19, maka peserta kali ini terbatas diikuti oleh perwakilan masing-masing kabupaten, namun kegiatan kegiatan ini tetap bisa diikuti oleh penggiat literasi dari berbagai daerah di nusantara bahkan di manca negara karena kegiatannya juga life streaming.

Berbagai jenis kegiatan dilakukan dalam KBK ini antara lain workshop daur ulang sampah, diskusi buku, mewarnai dengan menggunakan bahan pewarna alam, musikalisasi puisi, pementasan seni dan sebagainya.

Untuk pelaksanaan KBK tahun 2020 ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan akan memberi warna terhadap pelaksanaan kegiatan ini, dengan memberi penguatan pada kegiatan Road Show Pengembangan Kegemaran Membaca dan Kegiatan Bedah Buku local content Bantaeng, dan beberapa kegiatan lain yang akan dikolaborasikan dengan Aliansi Pemuda Uluere, tidak ketinggalan juga Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantaeng juga akan mendukung kegiatan ini antara lain dengan mengarahkan armada dan koleksi yang dimiliki pada kegiatan KBK ini.

“Kami merasa terapresiasi dengan Kehadiran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel dalam kegiatan ini, “ ujar Abi. “Selama ini kami melaksanakan kegiatan tampa menggunakan dana dari pemerintah, kegiatan kami sukses, apalagi kalau di dukung oleh pemerintah,” imbuh Rahman sembari menegaskan bahwa salah satu kunci kesuksesan kegiatan yang dilaksanakannya selama ini karena sejak awal telah ditanamkan nilai-nilai kegotong-royongan, kepercayaan dan kekompakan di Aliansi Pemuda Uluere ini, dan nilai tersebut harus tetap terjaga dan terpelihara karena itu menjadi modal utama dalam pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Aliansi Pemuda Uluere.

“Kami mencoba menepis anggapan bahwa pemuda di pelosok tidak mampu berbuat apa-apa. Kami buktikan itu dengan kegiatan-kegiatan yang kami lakukan, kami buktikan bahwa kami bukanlah sampah pemuda. Dan Alhamdulillah kegiatan-kegiatan yang kami lakukan anatara lain dalam pengembangan literasi dan lingkungan hidup, selalu sukses dan memberi manfaat bagi masyarakat bangsa dan negara.” Kuncinya. * (naz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here