Menjadi Kuat dan Berpengaruh

0
23
views

Oleh: Ma’arif Amiruddin
Founder Pajokka Event

Umat Islam seluruh dunia telah memasuki tahun 1442 Hijriah, berarti satu abad lebih telah berlalu sejak peristiwa hijrah Rasulullah saw. dari Makkah ke Madinah al-Munawwaroh.

Peristiwa hijrah ini dijadikan sebagai awal penetapan tahun dalam kalender Islam oleh Khalifah Umar bin Khattab ra. setelah melakukan diskusi dengan para sahabat senior.

Pada masa kepemimpin Khalifah Umar, salah seorang gubernur bernama Abu Musa al-Asyari mengirim surat kepada Khalifah yang isinya menanyakan tentang surat-surat yang dikirim oleh amirul mu’minin tanpa ada tahun, hanya tanggal dan bulan, sehingga membingungkan.

Oleh karenanya Khalifah Umar memanggil sahabat-sahabat senior seperti Utsman bin Affan ra., Ali bin Abi Thalib ra., Abdurrahman bin Auf ra., Sa’ad bin Abi Waqqas ra., Zubair bin Awwam ra. dan Thalhah bin Ubaidillah ra. untuk melakukan diskusi terkait kalender Islam.

Dalam musyawarah tersebut ada yang mengusulkan bahwa penetapan tahun pertama dalam kalender Islam adalah pada saat kelahiran Nabi saw., ada juga yang mengusulkan pada saat diangkatnya Nabi menjadi Rasul. Dan yang dipilih adalah pendapat Ali ra. yang mengusulkan pada saat peristiwa hijrah Nabi saw. ke Madinah.

Peristiwa hijrah tersebut menjadi momen kebangkitan Islam, sebab Rasulullah telah memegang kekuasaan. Mereka telah lepas dari cengkraman kaum kafir Makkah yang terus mengintimidasi serta melakukan persekusi terhadap umat Islam.

Dari sinilah dakwah Islam berjalan dengan efektif, hingga melakukan pembebasan di berbagai wilayah yang dikuasai kaum kafir, serta memerdekakan masyarakat wilayah tersebut dengan sentuhan cahaya Islam.

Hal inilah yang seharusnya menjadi teladan, bahwa kita harus hijrah! Keluar dari sistem jahiliah sekuler menuju sistem Islam yang penuh rahmat.

Agar banyak orang yang tersentuh dengan cahaya Islam, sehingga mereka mengetahui bahwa satu-satunya jalan keselamatan adalah Islam, bukan yang lain dan tak ada yang lain.

Peristiwa hijrah juga mengajarkan kepada kita bahwa dakwah ini memerlukan orang-orang kuat, orang-orang yang memiliki pengaruh dan mampu menggerakkan masyarakat.

Seperti Sa’ad bin Muadz, ketika dia telah menerima cahaya Islam, ia pun pergi ke hadapan kaumnya, lalu berkata, “Wahai Bani Abdul Asyhal, apa pendapat kalian tentang diriku di tengah kalian?”

Mereka menjawab, “Engkau adalah pemimpin kami, orang yang paling kami ikuti pendapatnya di antara kami dan orang yang paling kami percaya.”

Sa’ad melanjutkan, “Tak seorang pun diantara kalian, baik laki-laki maupun wanita dilarang berbicara denganku sebelum kalian beriman kepada ALLAH dan Rasul-Nya.”

Belum sampai petang hari, tak seorang pun, baik laki-laki maupun perempuan di Bani Abdul Asyhal melainkan sudah menjadi Muslim dan Muslimah. Allahuakbar!

Oleh karenanya jadilah kuat, jadilah berpengaruh dan persembahkanlah kekuatan dan pengaruh tersebut untuk kemuliaan Islam.

Semoga ALLAH menjadikan kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bertaqwa dan senantiasa menjadi penjaga Islam yang terpercaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here