Tingkatkan kompetensi dan profesionalisme pustakawan dan tenaga pengelola perpustakaan, DPK Sulsel Gelar Bimbingan Teknis Perpustakaan

0
9
views

Apakabarkampus.com — Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pustakawan dan tenaga pengelola perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Perpustakaan Angkatan I Tahun 2020 di Hotel Contenent Centerpoint Makassar.

Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) ini diikuti 50 orang peserta pustakawan dan tenaga pengelola perpustakaan dari berbagai jenis perpustakaan yang ada di Sulawesi Selatan, baik itu perpustakaan umum, perpustakaan khusus maupun perpustakaan sekolah.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinisi Sulawesi Selatan Moh. Hasan Sijaya, S.H., M.H., Selasa (8/9/2020), dengan menghadirkan nara sumber pejabat struktural dan fungsional lingkup DPK Sulsel.

Tujuannya menurut penyelenggara kegiatan Syamsuddin, S.S., M.M adalah untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para pengelola perpustakaan, yang pada gilirannya nanti diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi upaya pemberdayaan perpustakaan sebagai sumber informasi.

Pelaksanaan kegiatan Bimtek tahun ini menurut Syamsuddin, berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana Bimtek kali ini dilaksanakan dalam situasi pandemi, sehingga pelaksanaanya sangat ketat menerapkan aturan protokol kesehatan. Peserta tetap mengenakan masker dan menjaga jarak selama kegiatan berlangsung.

Meski demikian, para peserta tetap antusias mengikuti bimtek ini. Hingga hari terakhir pelaksanaan kegiatan para peserta tetap terlihat aktif mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat, hingga kegiatan ini ditutup oleh Kepala DPK Sulsel yang diwakili Kepala Bidang Perpustakaan Drs. Yulianto M.M. Kamis (10/9/2020).

Kepala DPK Sulsel berharap, ilmu dari materi yang diperoleh para peserta dalam kegiatan ini dapat diimplementasikan dengan baik dalam mengelola perpustakaannya masing-masing. Pustakawan dan pengelola perpustakaan harus dapat memeberikan pelayanan terbaik kepada para pemustaka dan masyarakat pada umumnya.

Sehingga keberadaan perpustakaan betul-betul dapat memberi manfaat bagi masyarakat, bukan hanya untuk meningkatkan pengetahuannya, tetapi lebih dari itu keberadaan perpustakaan harus dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sejalan dengan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang mendorong peningkatan peran perpustakaan dalam penguatan literasi untu kesejahteraan masyarakat. * (naz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here