Sri Rahmi: Sejak Dinas Perpustakaan dipimpin Hasan Sijaya Geliat Literasi di Sulsel sangat terasa di Masyarakat

0
89
views

Apakabarkampus.com — Anggota DPRD Sulsel Hj. Sri Rahmi, S.AP., M.Adm.KP mengakui sejak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dipimpin Hasan Sijaya, geliat literasi di Sulawesi Selatan sangat terasa di masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Sri Rahmi ketika tampil sebagai pembicara pada acara seminar dan bedah buku berjudul Tuhan di Bilik Suara buku karyanya yang keempat di Hotel Mercure Nexa Pettarani Makassar Rabu (30/09/2020).

Sementara itu, dalam sambutannya se saat sebelum membuka acara Diskusi dan Bedah Buku karya politisi perempuan Sulsel yang aktif menulis ini, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsis Sulawesi Selatan Moh. Hasan Sijaya menegaskan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel dalam perjalannaya tidak bisa berbuat apa-apa tanpa bergandengan tangan dengan DPRD Sulsel.

Berbagai inovasi yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam membangun gerakan literasi di Sulsel tidak lepas dari dukungan dan kerjasama DPRD dan berbagai pihak lainnya, termasuk dengan para seniman, budayawan, penulis dan penggiat literasi.

“Saya masuk di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bulan Agustus 2018 dan saya bangun ikatan emosional dengan anggota DPRD Sulsel mulai awal tahun 2019 sampai saat ini, Alhamdulillah hasilnya, ritmenya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan untuk saat ini di mata DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dia nomor satu dibanding OPD lain. Terima kasih apresiasinya,” ujar Hasan Sijaya seraya menambahkan “Ini karena apa, kita mampu meyakinkan bapak ibu anggota dewan bahwa kita kerja, kita ada dan kita kerja, dan DPK Selalu berkomitmen tentang apa yang kita bicarakan bersama-sama.”

Terkait dengan buku yang dibedah, Hasan Sijaya mengatakan buku ini merupakan buku dari perjalanan Sri Rahmi dalam perjuangannya untuk mencapai dan menikmati dunia politik. Menurutnya, ada pesan yang disampaikan Sri Rahmi dalam buku ini yaitu bahwa politik itu ramah.

“Ini luar biasa, karena yang ada di mindset gambaran umum di hampir semua kalangan menganggap bahwa politik itu jahat, tidak mengenal keluarga, tidak mengenal teman, tidak mengenal kawan, itu yang ada di mindset sebagian masyarakat. Tapi hari ini dalam tulisan buku Tuhan di Bilik Suara Sri Rahmi mengatakan bahwa politik itu ramah dan itu merubah mindset saya pribadi dan kita semua,” ucapnya sembari berharap buku ini menjadi koleksi baru buat layanan perpustakaan Sulsel.

Kepala Seksi Deposit DPK Sulsel Drs. Muh. Syahrir Razak, M.AP selaku pelaksana kegiatan dalam laporannya pada acara pembukaan seminar dan bedah buku ini menjelaskan bahwa tujuan dilasanakannya kegiatan ini untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat terutama kepada penulis lokal di Sulsel.

Kegiatan ini, menurutnya diikuti 120 orang peserta dengan menghadirkan narasumber Hj. Sri Rahmi, S.AP., M.Adm.KP, pembahas Susy Smita, S.T, Rusdin Tompo dengan moderator Rezky Amalia Syafiin, S.H.

Berbagai apresiasi diberikan oleh para pembahas, dalam buku keempat yang ditulis oleh Sri Rahmi. Baik Rusdin Tompo maupun Susy Smita menilai buku ini sangat inspiratif.

“Dalam buku ini kita melihat sebuah wajah politik yang berbeda, Melalui buku ini Sri Rahmi mencoba membawa dan menampilkan sisi spiritual pada rana politik yang dilakoninya dan itu nyata di lapangan. Melalui buku ini Sri Rahmi juga mencoba mewariskan bagaimana seharusnya karakter yang harus dimiliki seorang politisi yang baik,” ujar Susy. * (naz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here