RIBUAN MASSA AKSI DATANGI KANTOR DPRD JENEPONTO MENUNTUT PENCABUTAN RUU CILAKA

0
10
views

JENEPONTO – Apakabarkampus.com – Gerakan Jeneponto Menolak (Gejolak) Omnibus Law yang diikuti oleh kurang lebih ribuan peserta aksi yang dimulai dari Pertigaan Belokallong Jeneponto kemudian berjalan menuju kantor DPRD Jeneponto.

Aksi dilaksanakan setelah salat Jumat, dan massa aksi berada di depan kantor DPR sekitar pukul 2 (dua) siang dan memulai aksi, orasi sambil menunggu keluarnya para anggota DPRD Jeneponto yang berjumlah 40 orang untuk menandatangani petisi penolakan terhadap UU CILAKA itu yang baru saja diketuk pada (5/10/2020) lalu.

Sayangnya, setelah penantian selama berjam-jam, anggota DPR yang diminta oleh massa aksi itu tak kunjung datang, justru yang datang adalah pihak aparat kepolisian yang nampak berulang-kali melakukan negosiasi.

Karena massa aksi sudah lama menunggu dan tuntutan para massa belum terpenuhi akhirnya massa aksi memaksa untuk masuk dan mendobrak gerbang besi kantor DPRd Jeneponto.

Menurut laporan, anggota DPRD Jeneponto yang hadir hanya berjumlah 11 orang saja, itulah mengapa massa aksi menolak untuk melakukan rundingan hingga anggota DPRD yang merupakan perwakilan rakyat Jeneponto itu genap hadir di tempat.

“Ya sesuai hasil konsolidasi kami dari beberapa lembaga, saya selaku jendral lapangan dari aksi hari ini, bahwa ketika 40 anggota DPRD Jeneponto tidak hadir hari ini, maka kami akan duduki kantor DPR ini sampai besok,” ujar Hasril Ramli selaku Jendlap Gejolak pada (09/10/2020).

Hasril Ramli (Jendlap GeJolak Omnibus Law)

Dan dengan ketidakhadiran anggota DPRD yang 40 itu hari ini, kata Hasril, maka teman-teman akan siap masuk mendobrak pintu gedung DPRD dan mendudukinya.

“Kami akan menunggu sampai jam 8 malam!” lanjutnya.

Menurut informasi yang didapat, anggota DPRD Jeneponto yang lain masih di perjalanan menuju kantor DPR.

“Koordinasi terakhir dari pihak keamanan, mengatakan bahwa anggota DPR sedang di perjalanan menuju kantor DPR ini, dan kami meminta jika mereka belum datang hingga pukul 8 malam, maka kami akan mendobrak masuk,” ungkap Jendlap itu yang merupakan anggota dari PB HPMT.

Massa Aksi di depan kantor DPRD Jeneponto

Aksi ini masih tetap berjalan damai dan belum menampakkan konflik besar, walau tetap saja sebelum gerbang DPRD didobrak masuk karena pihak kepolisian selalu mempertahankan gerbang rumah rakyat itu, sempat terjadi sedikit pertikaian antara peserta aksi dan aparat.

Namun, kata Jendlap Gejolak Omnibus Law, bahwa aksi kali ini tetap berada dalam satu instruksi yakni berada pada Jendral Lapangan.

Tonton Video Wawancara Jendral Lapangan Gejolak Omnibus Law

“Dalam aksi kita hari ini, ada sekitar 54 organisasi yang tergabung se kabupaten Jeneponto dan Sesuai hasil konsolidasi, bahwa kami tetap pada satu instruksi, yaitu instruksi dari jendral lapangan di beberapa ketua-ketua lembaga,” pungkasnya. (*)

Adji.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here