Kadis DPK Sulsel terima Konsultan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

0
91
views

Apakabarkampus.com — Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DPK) Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan Sijaya menerima kunjungan Konsultan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Gutriyana dan Andi Gusnaningsih di ruang kerjanya, Jumat (16/10/2020).

Kunjungan konsultan tersebut dalam rangka membicarakan berbagai hal terkait dengan pelaksanaan kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Sulawesi Selatan.

Pada kesempatan itu, Kadis DPK Sulsel di dampingi Kepala Seksi Pembinaan Perpustakaan Nilma, Kepala Seksi Pengembangan dan Pengolahan Bahan Perpustakaan Syamsuddin dan PIC Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Sulsel Nazaruddin.

Berdasarkan hasil mentoring yang dilakukan oleh tim konsultan di empat kabupaten penerima manfaat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Sulsel tahun 2020 yaitu Bulukumba, Sinjai, Toraja Utara dan Luwu Utara, hampir semua daerah tersebut telah melakukan kegiatan advokasi dan pelibatan masyarakat, kecuali Luwu Utara.

Karena itu, konsultan ini berharap agar DPK Provinsi dapat mensuport DPK Kabupaten Luwu Utara agar juga dapat bergerak melakukan kegiatan peningkatan layanan perpustakaan, pelibatan masyarakat dan advokasi sesuai dengan program kerja yang direncanakan sebelumnya.

Menanggapi hal itu Kadis Hasan Sijaya mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Luwu Utara, untuk mendorong pelaksanaan kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Luwu Utara, sehingga semua daerah penerima manfaat di Sulsel tahun 2020 ini dapat berkegiatan dan sukses seperti tiga kabupaten penerima manfaat tahun sebelumnya Bone, Maros dan Soppeng.

Sementara itu, terkait dengan replikasi mandiri Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Sulsel yang saat ini jumlahnya 123 titik, menurut Kadis Hasan Sijaya, jumlah tersebut masih akan bertambah, karena pada perubahan anggaran tahun ini masih ada penambahan sekitar 100 titik. Sehingga di akhir tahun 2020 ini jumlah replikasi mandiri Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Sulsel lebih dari 200 titik.

Untuk memastikan pelaksanaan replikasi mandiri Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dapat berjalan sesuai dengan alur program yang ada, Kadis Hasan Sijaya juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera melakukan kegiatan Bimbingan Teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan (SPP) dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi pengelola perpustakaan desa penerima manfaat.

Melalui Bimtek SPP dan TIK tersebut para pengelola perpustakaan akan diberi bimbingan dan pelatihan terkait dengan upaya pemberdayaan perpustakaan untuk mendorong peningkatan literasi masyarakat dengan menjadikan perpustakaan sebagai pusat kegiatan dan pelatihan masyarakat. Mereka akan dilatih dan dibimbing membuat program kerja, strategi melakukan advokasi dan pelibatan masyarakat serta strategi peningkatan layanan TIK di perpustakaan.

Tim konsultan ini juga mengapresiasi pelaksanaan dan pencapaian repikasi mandiri Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang dilakukan oleh Sulsel. Ini adalah replikasi mandiri terbanyak dari seluruh provinsi dan kabupaten di Indonesia.

“Luar biasa, Provinsi Sulawesi Selatan ini bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya di Indonesia,” kata konsultan yang akrab dipanggil Uty ini. Karenanya ia berharap Kadis DPK Sulsel bisa tampil menjadi pembicara dan sharing informasi pada acara Peer Learning Meeting (PLM) Nasional Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial tahun 2020 yang akan digelar Perpustakaan Nasional RI awal Desember 2020 mendatang. * (naz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here