Pustakawan DPK Sulsel Olah Buku Untuk Replikasi Mandiri Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

0
29
views

Apakabarkampus.com — Meskipun saat ini kita masih berada dalam situasi Pandemi Covid-19, itu tidaklah mengurangi semangat para pustakawan dan tenaga pengelola perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel untuk bergotong royong dengan tidak melihat lagi status, bidang, seksi, pangkat, golongan dan jabatan semua ramai-ramai turun tangan untuk mengolah buku hingga malam hari, tentu saja dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Tanpa diperintah, para pustakawan ini langsung bergerak mengerjakan pekerjaan yang ada. Ada yang mengeluarkan plastik pembungkus buku yang baru dikeluarkan dari dus, ada yang mengetik label, ada yang memasang label, ada yang memberi stempel, ada yang menyusun dan mengemas buku ke dalam dus yang akan diantar ke daerah kabupaten/kota hingga ke berbagai pelosok pedesaan.

Pemandangan itu terlihat hampir sepekan belakangan ini di lantai satu Gedung Perpustakaan Multimedia yang menjadi ruang kerja sementara para pegawai Bidang Perpustakaan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan. Bahkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel Moh. Hasan Sijaya, sekali-sekali tampak hadir di ruangan menyemangati para pustakawan yang sedang bekerja, seperti terlihat pada Kamis (22/10/2020), sambil meninjau pekerjaan renovasi gedung dan taman di Perpustakaan Multimedia.

Buku yang sedang diolah ini menurut Kadis Hasan Sijaya adalah buku yang akan diserahkan ke Perpustakaan Desa/Kelurahan, Perpustakaan Lorong, Perpustakaan Komunitas dan Taman Baca Masyarakat yang menjadi sasaran penerima manfaat Replikasi Mandiri Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di sejumlah kabupaten/kota se- Sulawesi Selatan.

Saat ini menurut mantan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Sub bidang Keuangan ini, jumlah perpustakaan yang menjadi sasaran penerima manfaat Replikasi Mandiri Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Sulsel sudah mencapai 123 titik, jumlah ini masih akan bertambah, setelah perubahan anggaran.

“Insya Allah, hingga akhir tahun ini paling kurang ada 200 titik penerima manfaat dari 24 kabupaten Kota se Sulsel yang akan kita bantu. Ini juga bagian dari upaya kami Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel untuk mewujudkan harapan dan keinginan Bapak Gubernur yang akan menghadirkan 2.600 titik perpustakaan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan hingga akhir masa jabatannya,” ujar Hasan Sijaya.

“Bahkan sebagai bentuk apresiasi Bapak Gubernur terhadap Program Replikasi Mandiri Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ini, pada kunjungan kerjanya ke Kabupaten Luwu Timur beberapa hari lalu, Bapak Gubernur Sulsel Prof. Nurdin Abdullah sendiri yang langsung menyerahkan bantuan 300 eksemplar buku, 2 unit rak buku, dan 2 unit komputer ini ke Perpustakaan Desa Sorowako,” imbuhnya.

Sebagian bantuan buku, rak buku dan komputer ini telah terdistribusikan ke titik penerima manfaat. Namun sebagian lagi yang masuk dalam tahap ke dua ini bukunya masih dalam proses pengolahan, dan segera akan didistribusikan setelah proses pengolahan bukunya yang saat ini sedang dikerjakan rampung.
Buku bantuan yang diberikan, menurut Hasan Sijaya terdiri dari berbagai jenis, ada buku anak-anak, ada buku agama, ada buku pertanian dan macam-macam. Bukunya juga bagus-bagus.
“Mudah-mudahan buku ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, Insya Allah,” harapnya.

“Bukunya harus kami olah dulu,” kata Nilma Kepala Seksi Pembinaan Perpustakaan DPK Sulsel yang juga adalah penanggungjawab kegiatan Replikasi Mandiri Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Sulsel. “Karena buku yang diserahkan ke perpustakaan penerima manfaat yang jumlahnya masing-masing 300 eksemplar setiap titik ini, harus dalam keadaan siap layan,” imbuhnya.

Selain buku yang diserahkan dalam bentuk hibah, lanjut Nilma, perpustakaan penerima manfaat ini juga diberi bantuan berupa dua unit rak buku dan dua unit komputer untuk masing-masing titik penerima manfaat.

“Komputer ini telah dilengkapi dengan program inlis lite, sistem otomasi perpustakaan yang nantinya akan digunakan dalam pengembangan perpustakaan sampai ke desa-desa,” ujar Syamsul Arif Koordinator Pustakawan Sulsel, sembari berharap agar pemerintah desa ataupun pengelola perpustakaan dapat menyiapkan jaringan internet untuk mendukung sistem digitalisasai pada perpustakaan penerima manfaat ini.

Sementara itu, PIC Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Sulsel, Nazaruddin mengingatkan bahwa bantuan komputer ini diperuntukkan bukan untuk kegiatan administrasi desa tetapi untuk kepentingan pemustaka atau pengunjung perpustakaan, sebagai sarana untuk mencari informasi, bisa juga digunakan untuk belajar online, bisa untuk kegiatan promosi dan pemasaran on line hasil produksi dari kegiatan pembinaan dan pelatihan keterampilan yang dilakukan di perpustakaan.

Karena saat ini, dengan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial paradigma perpustakaan sudah mengalami perubahan. Perpustakaan bukan lagi sekadar tempat membaca dan meminjam buku semata, tetapi perpustakaan telah bertransformasi menjadi pusat informasi masyarakat berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan pusat masyarakat untuk berkegiatan untuk meningkatkan kecerdasan, taraf hidup dan kesejahteraanya.* (naz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here