Hasan Sijaya: Advokasi ke Penentu Kebijakan Menjadi Kunci Keberhasilan Replikasi Mandiri Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Provinsi Sulsel

0
53
views

Apakabarkampus.com — Salah satu kunci keberhasilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dalam melakukan replikasi mandiri dari program nasional yang telah dijalankan Perpustakaan Nasional RI yaitu Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial adalah adanya dukungan dari penentu kebijakan dalam hal ini Gubernur Sulawesi Selatan dan dukungan dari DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan Sijaya, S.H., M.H ketika tampil sebagai narasumber untuk berbagi tips dan trik implementasi replikasi mandiri program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial pada acara Stakeholder Meeting (SHM) Nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Hotel Aryaduta Makassar, Rabu (4/11/2020).

Acara SHM Nasional yang dibuka Kepala Perpustakaan Nasional RI Drs. Muh. Syarif Bando, M.M ini berlangsung serentak dan terkoneksi di lima wilayah di Indonesia, yaitu Regional I, di Hotel Prime Plaza K Deli Serdang Sumatera Utara, Regional 2 Hotel Holyday inn Surabaya Jawa Timur, Regional 3 di Hotel Eden Kuta Badung Bali dan regional 4 di Hotel Aryaduta Makassar Sulawesi Selatan yang semuanya terhubung dengan Perpustakaan Nasional RI di Jakarta. Diikuti peserta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kepala Bappada dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desadari 32 provinsi serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dari 100 Kabupaten mitra penerima manfaat program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial tahun 2020.

Dalam pemaparan materinya Hasan Sijaya menjelaskan bahwa sampai saat ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan telah melakukan replikasi mandiri di 12 kabupaten/ kota dan 123 perpustakaan desa/ kelurahan, perpustakaan lorong, perpustakaan komunitas dan taman baca masyarakat dengan stimulan berupa 300 eksemplar buku, 2 unit rak buku, dan 2 unit komputer untuk perpustakaan desa, kanopi, televisi, kursi baca, lemari gantung dll untuk perpustakaan lorong, disusul dengan pembinaan SDM pengelola perpustakaan melalui Bimtek SPP TIK.

“Membangun perpustakaan desa dan perpustakaan lorong di 123 titik penerima manfaat dengan menggunakan APBD Provinsi Sulawesi Selatan, untuk mewujudkan ini tentu ada langkah-langkah yang harus kita lakukan, ada strategi advokasi yang kita mainkan untuk mendapatkan dukungan anggaran dan keberlanjutan program ini secara mandiri. Kesemuanya ini bisa berjalan sama-sama kalau kita melakukan pendekatan kepada penentu kebijakan daerah, katakanlah kalau di provinsi kita sowan ke Gubernur, kita presentasi di depannya apa manfaat dari perpustakaan ini. Dan yang kedua juga melakukan advokasi dan menjalin kemitraan dengan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan ini sangat penting dan menjadi kunci semua persoalan,”papar Hasan Sijaya.

“Pun juga kita melakukan advokasi ke Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Ibu Gubernur ini kunci rahasia, bahkan ibu Gubernur sudah menjadi Bunda Baca kita yang selalu berkegiatan bersama-sama dengan kita. Ada ruang kerja yang kami buat untuk Bunda Baca di Kantor Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak,” imbuhya.

Selanjutnya kata Hasan Sijaya, kita melakukan advokasi dengan Kepala Perpustakaan Nasioanal RI. “Ini wajib hukumnya, ini induk kita, apapun yang kita lakukan kalau tidak ada restu tidak ada dukungan dari Perpustakaan Nasional tidak akan bisa terselesaikan dengan baik. Bahkan kami bersama 18 anggota DPRD Provinsi dari Komisi E belum lama ini sowan ke Kepala Perpusnas dan kepala Perpusnas mengatakan saya tidak akan pernah lepas kau kalau begini terus jalanmu,” tuturnya.

Selain melakukan advokasi, kunci keberhasilan Replikasi Mandiri Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Sulsel, karena Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel juga memperkuat sinergi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten/Kota, memperkuat sinergi dan jejaring serta kemitraan dengan stakeholder yang dan menfasilitasi kegiatan penggiat literasi, serta berkolaborasi dengan penulis, seniman, budayawan, dan berbagai komunitas lainnya untuk melakukan berbagai kegiatan pelibatan masyarakat.

Program replikasi mandiri ini bisa berjalan menurut Hasan Sijaya, juga tidak terlepas dari dukungan regulasi yang telah dilahirkan, antara lain berupa surat Keputusan Gubernur tentang penetapan hibah buku, rak buku dan komputer kepada Perpustakaan Desa/Kelurahan, Perpustakaan Lorong, Perpustakaan Komunitas dan Taman Baca Masyarakat penerima manfaat.

Selain Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel juga tampil sebagai pembicara pada kegiatan SHM Nasional ini, Ketua Tim Pakar Kemendes PDTT Prof. Dr. Haryono Suyono, M.A., Ph.D, Deputi Bidang Pembangunan Manusia Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas Dr. Ir. Sobandi Sarjoko, M.Sc, Direktur Singkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV Kemandagri Ir. Zanariah, M.Si, Direktur Pelayanan Sosial Dasar Kemendes PDTT Bito Wikamtosa, S.S., M.Hum, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Perpusnas RI Drs. Joko Santoso, M.Hum, Tim Leader Konsultan Pendamping dr. Erlyn Sulistyaningsih, PIC Dinas Keasipan dan Perustakaan Kabupaten Purwakarta Jawa Barat Rita Utami Herawati.

Kepala Perpustakaan Nasional RI Muh. Syarif Bando dalam sambutannya pada pembukaan acara ini berharap mudah-mudahan kegiatan SHM Nasional ini ini bisa menjadi suatu momen untuk bisa meyakinkan kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa kita perlu bangkit, kita perlu berjuang dan kita perlu kerja keras untuk keluar dari problematika ekonomi bangsa kita di era pandemi covid 19 ini. * (naz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here