Doktor Makkah Muharram Diunggulkan Pimpin Fakultas Hukum UIT

0
31
views

Apakabarkampus.com — Tim advokasi LLDIKTI wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo, Dr. Makkah Muharram, SH. MH. M.Kn. diprediksi sebagai figur kuat dalam pemilihan Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar.

Sejak Januari 2019, dan kembali dipercaya lagi tahun 2020 dengan menjadi kuasa hukum tim LLDIKTI, dalam mengurus masalah hukum yang berkenaan degan sengketa hukum, utamanya penyelesaian perkara perguruan tinggi baik litigasi maupun non litigasi. Makkah, juga ketua tim advokasi Relawan Jakarta, yang memperjuangkan pencabutan sanksi UIT, 2018 lalu.

Karir dosen sejak 2008 dan sertifikasi dosen sejak 2016. Berpenampilan bersahaja, Dr. Makkah, dikenal memiliki reputasi baik dalam kepengacaraan, serta peduli pada kasus yang menimpa masyarakat miskin, salah satunya adalah pendampingan pedagang Pasar Terong. Menyelesaikan doktornya di FH Unhas 2019 lalu.

Salah seorang jaringan relawan Jakarta, yang memperjuangkan UIT keluar dari sanksi, H. Ramlan Z, yang juga mahasiswa Pascasarjana UIT, mengungkapkan dedikasi Dr. Makkah, memang tidak perlu diragukan. Hal yang sama dikatakan Hidayat Hafid, ketua Forum Pascasarjana UIT, “Makkah memang sangat layak,” ujarnya.

Pergantian Dekan FH UIT, memang mendesak pasca ditinggal sakit, oleh dekan lama. Sejumlah figur dosen diprediksi akan ikut dalam pemilihan yang difasilitasi senat FH. Munculnya nama Dr. Makkah, menjadi perbincangan di kalangan mahasiswa, apalagi Unhas melalui Rektornya Prof. Dwia Ariestina, telah lebih dulu menjadikan Dr. Makkah, sebagai tim hukum Unhas.

Dikonfirmasi terpisah, mantan Ketua tim relawan Jakarta, Zulkarnain Hamson, yang juga Wakil Rektor (WR IV) UIT, membenarkan dedikasi Dr. Makkah. “Saya memang bersama beliau saat ke kemenristekdikti, dan ke Sekretariat Negara, saya kenal baik dedikasinya,” ujar Zulkarnain, yang saat peristiwa itu menjabat sebagai Humas UIT.

Ketika ditanyakan apakah ada calon lain yang sekualifikasi Dr. Makkah, dijawabnya “Mungkin ada karena di FH UIT itu banyak doktornya. Kita bersyukur, karena mereka semua berbobot,” ujarnya. Namun lanjutnya, FH UIT, membutuhkan figur yang betul-betul penuh dedikasi, dapat berkomunikasi dengan sivitas akademika, memiliki jaringan luas dan memahami dengan baik leadership organisasi akademik.

“Universitas membutuhkan orang-orang yang memiliki komitmen dalam menjaga budaya akademik. Memiliki visi masa depan dalam membawa lembaga, serta ketat dalam menjaga aturan, meskipun penuh kebijaksanaan dalam menghadapi mahasiswa,” ujarnya. Karena sekarang kampus harus bersaing menuju kampus masa depan, kuncinya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here