Dalil Perintah Untuk Cinta Kepada ALLAH

0
8
views

Oleh: Ma’arif Amiruddin
Founder Pajokka Event

Rasa cinta merupakan fitrah yang dimiliki setiap manusia, baik cinta kepada orang tua, pasangan, anak, sahabat dan lain sebagainya.

Namun kesemua cinta tersebut tidak boleh melebihi rasa cinta terhadap ALLAH dan Rasul-Nya. ALLAH dan Rasul-Nya harus lebih dicintai ketimbang segala sesuatu, termasuk diri kita sendiri.

Rasulullah saw. bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari, “Belum sempurna imam seseorang diantara kalian hingga ia menjadikan aku lebih dia cintai daripada orangtuanya, anaknya dan seluruh manusia.”

Kecintaan kepada Rasulullah bahkan disandingkan dengan kesempurnaan imam, artinya tidak dikatakan keimanan seseorang itu sempurna sebelum ia mencintai Rasulullah melibihi seluruh manusia termasuk dirinya sendiri.

Oleh karenanya sangat pantas umat Islam marah ketika Rasulullah dilecehkan, sebab mereka sangat mencintai Rasulullah ketimbang diri mereka sendiri, mereka siap mati jika itu untuk Rasulullah saw.

Adapun orang yang mengaku dirinya muslim namun tidak marah ketika Nabi saw. dihina, maka selayaknya mereka berhati-hati sebab tanda-tanda kemunafikan telah terlihat pada diri mereka. Dan ancama yang sangat keras bagi orang-orang munafik yakni berada pada keraknya api neraka.

ALLAH swt. pun mengancam orang-orang yang lebih mencintai sesuatu yang lain ketimbang ALLAH dan Rasul-Nya dengan musibah dan malapetaka.

ALLAH Ta’ala berfirman,

قُلْ إِنْ كَانَ آَبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

“Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari ALLAH dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai ALLAH mendatangkan keputusan-Nya”. Dan ALLAH tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At Taubah: 24).

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Jika semua hal-hal tadi lebih dicintai daripada ALLAH dan Rasul-Nya, serta berjihad di jalan ALLAH, maka tunggulah musibah dan malapetaka yang akan menimpa kalian.”

Tentu kita tidak menginginkan datangnya musibah dan malapetaka, maka dari itu kita harus mengutamakan ALLAH dan Rasul-Nya lebih dari yang lain, menjadikan urusan agama ALLAH sebagai poros dalam kehidupan, menolong agama ALLAH serta konsisten menyebarkannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here