Pembakaran Surat Edaran Rektor Warnai Gerakan Orange Menggugat

0
154
views

Makassar, apakabarkampus.com- Ratusan mahasiswa UNM yang tergabung dalam gerakan ‘Orange Menggugat’ melakukan aksi demonstrasi di pelataran gedung Phinisi pada Kamis (14/08/2017).

Aksi yang mengangkat grand isu “Cabut Surat Edaran Nomor : 3883/UN36/TU/2017” ini diwarnai dengan pembakaran keranda dan surat edaran rektor tentang larangan mahasiswa baru untuk tidak terlibat dalam kegiatan lembaga kemahasiswaan hingga jenjang semester III.

Dalam kesempatannya, wakil rektor III bidang kemahasiswaan mengatakan “Mahasiswa tidak punya hak mendesak pihak rektorat untuk mencabut surat edaran dimaksud karena hal tersebut adalah wewenang penuh birokrasi”.

Sementara Husai Syam selaku Rektor UNM mengungkapkan “Bahwa surat edaran ini kami keluarkan untuk melindungi mahasiswa dari ancaman drop out dini karena terlalu banyak terlibat dalam kegiatan lembaga kemahasiswaan. Tetapi kami dari pihak birokrasi tidak bisa menjamin bahwa mahasiswa baru tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di luar kampus”.

pembakaran keranda dan surat edaran rektor nomor 3883/UN36/TU/2017

Hal inilah yang dianggap timpang oleh massa aksi sebab keterlibatan mahasiswa baru dalam kegiatan lembaga kemahasiswaan bukanlah penyebab terjadinya drop out dini.

Mudabbir yang bertindak sebagai jenderal lapangan menuturkan dalam orasinya bahwa “Kegiatan lembaga kemahasiswaan ditujukan untuk melakukan pembinaan dini kepada mahasiswa baru guna memberikan pengetahuan lebih yang tidak ditemukan di dalam ruang kuliah. lembaga kemahasiswaan juga selalu melakukan kegiatan diluar dari jadwal akademik yang telah ditentukan, maka tidak akan menganggu proses perkuliahan”.

Aksi yang berakhir pada pukul 17:00 WITA ini dilanjutkan dengan agenda evaluasi gerakan demi mencapai gerakan yang lebih massif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here