Hendy Setiono Jatuh Bangun Membangun Kebab Turki Baba Rafi

0
145
views

Apakabarkampus.com – Siapa yang tidak kenal makanan yang satu ini. Sejak tahun 2003 makanan khas Timur Tengah ini mulai dikenal di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari usaha Hendy Setiono yang mempopulerkan makanan ini di tanah air.

Hendy Setiono, pria kelahiran Surabaya 30 Maret 1983 ini adalah sosok pengusaha muda yang cukup fenomenal. Ia adalah pemilik usaha waralaba “Kebab Turki Baba Rafi” dengan sertifikat merek IDM 000282538 dan IDM 000273659. Ia memulai usaha pada tahun 2003 dan kini telah memiliki lebih dari 750 outlet Kebab Turki Baba Rafi yang tersebar di Indonesia. Bukan hanya itu bahkan usahanya kini telah merambah kenegeri Jiran Malaysia. Sebuah perusahaan dengan bendera Baba Rafi Malaysia Sdn. Bhd. Telah berdiri disana.

Kiprah Hendy menggeluti bisnis fast food ala Timur Tengah ini bermula ketika Hendy menyambangi sang ayah yang bekerja di perusahaan minyak di Qatar. Kedai kebab di kota itu begitu menjamur layaknya pedagang bakso di sini. Selama disana ia banyak menemui kedai kebab yang laris manis dipenuhi warga setempat.

Lantaran penasaran, alumnus SMA Negeri 5 Surabaya yang mengaku hobi makan ini lantas mencoba makanan  yang lezat bila dimakan selagi panas tersebut. Lidahnya terkesan dengan kelezatan kebab. Saat itu terbersit pikiran untuk membuka usaha kebab di Indonesia.

Kembali dari Qatar, Hendy terdorong untuk menjajal peruntungan. Ia ingin berjualan kebab di Surabaya. Ia kemudian bertemu dengan Hasan Baraja kawan bisnisnya yang kebetulan juga senang kuliner. Awalnya mereka sengaja melakukan trial and error untuk menjajaki peluang bisnis serta pangsa pasar. Mengingat kebab asli ukurannya besar, mereka berusaha untuk memodifikasi agar lebih familiar dengan lidah orang Indonesia. Begitu juga dengan hal cita rasa. Rasa kapulaga dan cengkeh dibuat sehingga kekuatan rasanya tidak terlalu menyengat.

Dengan modal Rp 4 juta uang pinjaman dari teman dan kerabatnya. Hendy memulai usahanya. Agar menarik produknya diberi nama ‘Kebab Turki Baba Rafi’. Yang diambil dari nama anak sulungnya  Rafi Darmawan. Sehingga baba rafi artinya ayahnya Rafi.

September 2003 gerobak pertamanya mulai beroperasi. Dibantu seorang karyawan ia memulai usahanya. Ia mebuat gerobak sendiri yang berwarna kuning. Tempat mangkalnya adalah daerah Nginden Semolo Surabaya tak jauh dari tempat tinggalnya.

Tak mau setengah hati dengan usahanya, Hendy nekat berhenti kuliah semester 4 di jurusan Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Orang tuanya Ir. H. Bambang Sudiono dan Endah Setijowati menentang keputusan sulung dari 2 bersaudara itu. Namun Hendy bergeming karena keputusannya sudah bulat.

Namun berdagang kebab itu sulit dan tak seindah impian. Baru seminggu berjualan, karyawannya yang cuma seorang sakit dan tidak dapat bekerja. Terpaksa Hendy menjajakan sendiri dagangannya. Nahas saat itu hujan deras ia cuma mendapatkan uang Rp 30 ribu padahal modalnya Rp 50 ribu.

Apes tak cuma sekali. Pernah suatu ketika uang hasil dagangannya yang tak seberapa itu raib dibawa lari karyawannya. Namun arek Surabaya itu pantang menyerah. Jatuh bangun berdagang kebab terus dijalaninya bersama Nilamsari sang isteri tercinta.

Kesabaran dan kerja keras Hendy mulai menampakkan titik terang. Lambat laun dagangannya milai mendapat perhatian masyarakat. Omzetnya terus menanjak mulai ratusan ribu hungga jutaan rupiah perbulan.

Berbekal ilmu manajemen dan pemasaran, Hendy melompat ke jalur cepar. Pada 2004 Kebab Turki Baba Rafi dikembangkan dalam bentuk waralaba. Strategi inipun berhasil. Bisnis Hendy berkibar. Hanya dalam kurun waktu 4 tahun 100 gerai kebab turki baba rafi sudah tersebar di 16 kota di Indonesia. Bentuk usahanyapun  sudah berubah menjadi PT. Baba Rafi Indonesia.Usahanya terus berkembang pesat.  Gerainya telah mencapi 325 di 50 kota. Total karyawan 700 orang dengan omzet menjadi Rp 4 Milyar perbulan.

TV BBC London dan majalah Business Week International pernah meliput usaha ini. Setelah itu ada pihak yang manawari untk membuka outlet di Trinidad & Tobago serta Kamboja.

Apa prinsip Hendy dalam berbisnis? Hendy punya motto LETAM. Ini kebalikan dari METAL, yaitu L – lihat peluang yangada, E – Evaluasi peluang itu, T – tirukan cara yang mungkin dapat diadopsi, A – amati caranya dan lakukan, M – modifikasi cara yang dipilih itu.

 

Sumber :

www.dgip.go.id

(pernah dimuat pada Media HKI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here