Deradikalisasi Dunia kampus, suara kritis Mahasiswa dibungkam…

0
337
views
Suasana jalannya Dialog.

Kamis (16/11) Dialog Panel Intelektual Kampus (DIALOGIKA) “Deradikalisasi Dunia Kampus, suara kritis Mahasiswa akan dibrangus, mungkinkah?” Bertempat di pelataran gedung Pinisi UNM Jalan Andi Pangeran Pettarani Makassar.

Gerakan Mahasiswa Pembebasan komisariat UNM mengahdirkan empat narasumber dari berbagai corak gerakan dan kajian Ilmiah yang berbeda beda. Mudabbir (PRESMA UNM), Abdul Rifai (Ketua GEMA Pembebasan kota Makassar), Muh. Wija Hadi Perdana (Ketua BEM F.PSI UNM), dan Yunasri Ridho (Ketua HMI Komisariat F.Ekonomi dan Ilmu Sosial UNM).

Dialog panel Intelektual Kampus atau yang disebut Dialogika ini dimulai pada Pukul 14.15 sampai Pukul 18.03 Wita dan dimoderatori oleh Andi Muh. Fikran Mahasiswa Fakultas Psikologi UNM.

“Dalam aturan ketika kita tidak patuh atau terlalu ekstrim melawan, maka mungkin saja akan terjadi kerusakan yang fatal, akan tetapi kalau kita tunduk patuh, maka tidak akan terjadi apa apa. Sehingga kita perlu merespon aturan aturan yang mengekang tetapi tidak anarkis”. Jelas Muh. Wija Hadi Perdana (Ketua BEM F. PSI UNM).

Suasana jalannya Dialog

“Saya sangat sepakat untuk melawan bila memang apa yang dilakukan oleh BNPT atas nama Deradikalisasi tersebut adalah membungkam suara kritis dan gerakan teman teman, tetapi saya pun tidak sepakat apabila gerakan yang muncul atas nama seruan Khilafah itu akan melemahkan Pancasila dan NKRI, sehingga saya mungkin masih ada pada rana jalur tengah untuk menyikapi hal tersebut.” Pungkas Yunasri Ridhoh (ketua HMI KOMSAT F. EKONOMI dan Ilmu Sosial UNM).

“Sesungguhnya Radikalisme fundamentalis ini pada awalnya bukanlah diperuntukkan untuk umat Islam, melainkan kepada para kaum nasrani yang kekeh terhadap keyakinannya yang menolak kemajuan teknologi di Eropa pada saat itu. Sehingga sampai pada kasus konspirasi ledakan yang diduga adalah serangan dan pengeboman WTC di Amerika, lalu mulailah muncul slogan War on Teroris yang di peruntukkan kepada Al kaedah, dan sesungguhnya yang ingin mereka sampaikan adalah War on Islam. Kenapa Islam? Karena mereka paham bahwa hanya Islam lah satu satunya yang mampu menguak dan menghalangi rencana busuk para kapitalis barat, maka mereka memutuskan untuk mengarahkan moncong senjatanya kepada umat Islam dengan segala macam upaya busuknya agar Islam menjadi sorotan dunia dan hanya Islam lah satu satunya Teroris yang harus di bumi hanguskan. Tutur Abdul Rifai (ketua Gerakan Mahasiswa Pembebasan Kota Makassar).

“Kalau memang sistem yang hadir saat ini bertujuan untuk membrangus suara kritis Mahasiswa dan menyerang kita atas nama kaum Radikalis, maka saya kira kita harus sama sama bangkit melawan isu pembungkaman ini, karena memang untuk mengetahui kebenaran sesuatu maka kita perlu radikal dalam berpikir agar kita dapat menemukan hakikat kebenaran tersebut.” Tegas Mudabbir selaku Presiden Mahasiswa UNM Makassar.

Selanjutnya Dialogika ditutup dengan foto bersama. (Adji)…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here