Pendiri Kampoeng Pare membawakan Seminar Nasional di kota Makassar…..

0
341
views

Minggu (19/11) Alfath Foundation bersama Phazolle Training Centre (PTC) menghadirkan M. Kalend Osen sebagai narasumber dalam Seminar Nasional yang bertemakan “Glancingly to English” Bahasamu Batas Duniamu. bertempat di Hotel Grand Asia Jalan Boulevard Raya No. 10 Makassar.

Acara tersebut dimulai pada Pukul 14.00-17.35 Wita. Sejak pukul 13.15 para peserta sudah membludaki area registrasi dan mengantri untuk masuk ke dalam ruang Seminar yang di selenggarakan oleh Alfath dan PTC tersebut, dan terlihat pada daftar peserta terdapat 500 lebih partisipan yang hadir untuk mengikuti seminar.

Banyak peserta yang tidak kebagian kursi karena melebihi kuota tiket yang disiapkan panitia.

Ketua Alfath Foundation Awaluddin dalam wawancaranya memyampaikan bahwa seorang pemuda yang hanya berlima, kini mampu menghadirkan orang besar ke kota Daeng.

“Dengan terselenggaranya kegiatan ini, kami berharap dapat dijadikan pelajaran bagi para pemuda pemudi kota Makassar bahwa ada loh sekumpulan pemuda yang hanya beranggotakan 5 orang yang kini mampu melaksanakan kegiatan spektakuler dan sukses mendatangkan orang besar ke kota Daeng. Dan selanjutnya Alfath dan PTC akan selalu membuat acara2 besar lagi seperti ini”, pungkas Awaluddin.

Kalend Osend menuturkan perasaannya yang telah lama tersimpan ini bahwa Kalend sebenarnya sudah sejak lama ingin menginjakkan kaki ke kota Makassar.

Kalend sedang mendemokan teorinya kepada peserta.

“Sebenarnya sejak tahun 45 saya sudah ingin ke Makassar namun baru kali ini terkabulkan oleh Allah”, tuturnya.

Selanjutnya Kalend Osen melakukan Demo terkait teori yang di sampaikannya guna meyakinkan bahwa seperti inilah cara orang orang yang telah berkunjung ke Pare-Kediri sehingga mereka mayoritas pintar setelah pulang dari Pare.

Ketika ditanya oleh salah seorang peserta seminar terkait apa yang membuat Pak Kalend terdorong untuk mendirikan tempat kursus yang hari ini sudah banyak di nikmati banyak orang?

Suasana jalannya Seminar.

 

“Yang membuat saya mendirikan tempat kursus adalah pertama, agar Bahasa Inggris saya tidak hilang, ke dua agar saya dapat berbagi ilmu kepada orang lain, itu aja.” Jawab pak Kalend.

Begitu sampai pada penghujung acara dan dilangsungkan jumpa pers, Kalend Osen menjawab dari berbagai macam pertanyaan yang di layangkan oleh para wartawan yang hadir salahsatunya adalah apa yang ingin di pesankan kepada warga kota Makassar sebelum Pak Kalend kembali ke Pare?

M. Kalend saat sesi jumpa pers.

“Sesuai dengan profesi, saya anjurkan jangan lalai dalam belajar Bahasa Inggris, karena Bahasa Inggris itu penting. Dan saya sudah melihat makassar sudah sangat maju tetapi sekali lagi jangan lupa dan jangan sampai lalai dari belajar bahasa Inggris”, jawabnya.

Sekiranya pemerintahlah yg harus membuat sebuah sistem untuk membatasi itu dan lebih di utamakan belajranya, orangtuanya pun harus lebih membatasi, bukannya malah bangga memberikan gadget kepada anak hingga ibadah pun lupa gara2 teknologi. Dan anak2 sekarang, jangan sekali2 meninggalkan buku, jangan karena ada HP lalu anda meninggalkan buku, jangan!”, sambungnya dari pertanyaan terkait masalah anak sekolah saat ini yang semakin terpengaruh oleh gadget dan malas belajar.

Terakhir, Kalend Osen menutup jumpa pers sore ini dengan memberikan motivasi kepada semua khalayak yang ada dan bagi pembaca nantinya.

“Sangat tidak cocok kalau Mahasiswa malas membaca!. Karena mahasiswa itu kan Maha Belajar. Maaf, mahasiswa jangan hanya mau ambil titel saja tetapi berpikirlah untuk masa depannya yang tentunya dengan bekal Ilmu sejak ia masih kuliah.
Bila anda tidak mampu belajar di perguruan tinggi alangkah baiknya anda membuat perguruan tinggi sendiri”, tutup Muhammad Kalend Osen. (*)

Adji.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here