Himatekpen Unismuh Gelar Tabligh Akbar Tantang Pemuda Zaman Now

0
395
views

Apakabarkampus.com – Himatekpen (Himpunan Mahasiswa Teknologi Pendidikan) Unismuh (Universitas Muhammadiyah) menggelar Tabligh Akbar dengan tema ‘Peran Pemuda Terhadap Sekularisme Zaman Now. Siapakah Anda?’, pada rabu (10/1) pagi.

Bertempat di Auditorium Al-Amin, Unismuh Makassar, kegiatan ini menghadirkan Kaharuddin, S.Pd.I—ketua DPD IMM Sulselbar 12/14—dan Sulaeman, ST. sebagai pemateri.

Moderator (kiri, perempuan), Pemateri 2 (tengah), Pemateri 1 (kanan)

Acara yang dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Megawati ini, dihadiri oleh puluhan peserta, baik dari dalam kampus Unismuh maupun yang dari luar.

Abdul Hafid, selaku ketua panitia, mengucapkan terimakasihnya kepada pemateri, panitia dan seluruh peserta yang hadir, atas partisipasinya dalam kesuksesan acara ini, ia juga membocorkan sumber pendanaan kegiatan ini, “sumber dana yang kami dapatkan adalah dari beberapa kegiatan kreatifitas teman-teman panitia, terimakasih kepada para panitia atas kerja keras dan keistiqomahannya dalam melaksanakan kegiatan ini, semoga ini menjadi langkah awal bagi kesuksesan kita,” ujar Abdul Hafid dalam sambutannya.

Sambutan ketua panitia

Kegiatan yang dihelat secara gratis dan terbuka untuk umum ini, juga di hadiri oleh wakil dekan 3 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Drs. H. Nurdin, M.Pd.

Beliau juga diminta untuk memberikan sambutan, sekaligus membuka acara ini secara resmi, “kegiatan ini patut untuk diapresiasi, terutama bagi mahasiswa yang ingin berbuat. Ada banyak mahasiswa yang ingin berbuat, namun penyalurannya kurang tepat, tapi kegiatan ini bisa dijadikan contoh berbuat yang baik,” ungkapnya ketika membawakan sambutan.

Selanjutnya, acara diambil alih oleh Sardiana Ayu, S.Pd, yang dipercaya menjadi moderator pada Tabligh Akbar kali itu.

Sulaeman ST, sebagai pemateri pertama mengatakan, “kami telah berdiskusi tentang generasi saat ini, bahwa saat ini dunia telah berkembang pesat terutama di bidang tekhnologi, nah hal-hal ini lah yang bisa menggerus keimanan kita. Dulu paling banter kita bisa nonton itu di bioskop, dan bayar. Sekarang, nonton itu bisa di mana saja, bahkan telah ada ratusan siaran yang menginfasi kita sebagai muslim.”

Lebih lanjut, beliau memberikan salah satu contoh tentang media yang dikuasai oleh non muslim, “facebook menyebut website nya sebagai ‘wall facebook‘ (dinding facebook), padahal sebenarnya itu adalah halaman, kenapa di sebut dinding? sebab orang Yahuni yang memiliki dinding, dinding ratapan. Dan kita curhat (status) di dinding tersebut,” tambahnya.

Pemateri kedua, Kaharuddin, S.Pd.I mengungkapkan, “kami coba membandingkan kondisi sekarang dengan kondisi umat terdahulu. Dahulu, Persia (bagian timur) dan Romawi (bagian barat) adalah pemimpin bumi masa itu, dan di tengah-tengahnya ada bangsa Arab jahiliyah (bodoh), bagaimana tidak bodoh? perselingkuhan pada masa itu, dianggap sebagai bagian dari pernikahan. Bahkan tempat prostitusi pada masa itu tidak di sembunyikan, tapi di tampakkan di tempat umum dan diberi tanda. Kemudian di tengah-tengah kerusakan itu, lahirlah Rosulullah Muhammad saw. untuk mengubah semua keadaan itu, hingga mencapai masa keemasan. Sehingga pemuda pada zaman Rosulullah sangat luar biasa, contoh, Usama bin Zaid yang berumur 18 tahun, telah diangkat sebagai panglima perang dan dikirim untuk melawan Romawi Timur. Gambaran Romawi Timur pada saat itu, seperti Makassar mengajak perang Amerika. Dan ternyata, pulanglah Usama dengan membawa kemenangan.”

Kemudian beliau membandingkan dengan kondisi saat ini, “kemudian kita tanyakan bagaimana kondisi pemuda usia 18 tahun saat ini, dimana mereka ketika usia 18 tahun, apakah telah menjadi panglima?” Sindirnya.

Tabligh Akbar yang menyediakan konsumsi untuk seluruh peserta ini, juga menyediakan cinderamata yang diberikan kepada pemateri di akhir acara.

“Mari kita teladani Rosulullah tidak hanya dari segi sholatnya saja, namun juga dari keseluruhan sisi. Dan juga bijaklah dalam menggunakan tekhnologi dan ‘Islamkanlah’ tekhnologi-teknologi yang anda gunakan.” Ujar moderator, saat menyimpulkan materi di akhir acara.

Akhir acara, kegiatan pun ditutup dengan foto bersama.(*)

 

Editor:
Ma’arif Amiruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here