Dosen Unismuh Berikan Pelatihan Diseminasi untuk Petani di Takalar

0
50
views

Apakabarkampus.com – Dosen pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar memberikan pelatihan diseminasi teknologi kepada kelompok tani di Desa Tonasa, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar. Pelatihan tersebut berlangsung sejak 6 September hingga hari ini.

Dalam kegiatan diseminasi yang mengangkat judul “Penerapan Teknologi Tepat Guna Pengelolaan Limbah Pertanian Menjadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi dalam Upaya Mendukung Kesejahteraan Petani di Kabupaten Takalar”, tim dosen pertanian Unismuh memanfaatkan limbah batang jagung menjadi kompos dan limbah kulit jagung menjadi produk kerajinan.

Tim pelaksana dalam kegiatan diseminasi teknologi ini adalah Hamzah Esa, S.P., M.P., Dr. Ir. Abu Bakar Idhan, M.Si. dan Dr. Syamsiah, S.P.,M.P. Alasan tim pelaksana memberikan diseminasi kepada kelompok tani di Desa Tonasa adalah karena tim pelaksana melihat bahwa di Desa Tonasa terdapat banyak limbah pertanian khususnya jagung yang terbuang percuma.

Limbah jagung di Desa Tonasa menjadi masalah bagi masyarakat dan solusi yang diambil masyarakat selama ini adalah dengan membakar limbah batang, tongkol dan kulit jagung tersebut.

Menurut tim dosen pertanian Unismuh, bahwa limbah dari jagung memiliki potensi untuk dimanfaatkan dan bisa menghasilkan keuntungan ekonomi. Bahkan jika dikelola dengan serius, kulit jagung bisa lebih mahal dari biji jagung.

Tim Dosen Pertanian Unismuh melatih kelompok tani membuat kompos dari batang dan tongkol jagung. Kompos yang dihasilkan dari kegiatan ini akan dimanfaatkan oleh petani dalam kegiatan pertaniannya. Sedangkan kulit jagung dimanfaatkan menjadi produk kerajinan.

Kulit jagung dibuat menjadi bunga-bunga dan bonsai. Bunga dan Bonsai dari kulit jagung ini memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Harga bunga dan bonsai dari kulit jagung lebih tinggi dari biji jagung. Jika biji jagung dalam 5 tongkol atau 1 kilogram hanya dihargai Rp 3000, tetapi jika kulit dari lima tongkol jagung tersebut dikreasikan menjadi bunga atau bonsai kulit jagung maka harganya menjadi Rp 70.000.

Dalam acara seremonial diseminasi teknologi kepada Masayarakat di desa Tonasa tersebut, dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Tamsil Linrung dan dihadiri pula oleh Bupati Takalar, Syamsari Kitta beserta beberapa kepala dinas, camat dan kepala desa.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI sangat mengapresiasi kegiatan diseminasi teknologi yang dilaksanakan tim dosen pertanian Unismuh, begitu pula dengan bupati Takalar.

Dalam sambutannya, Syamsari Kitta menyambut baik dan berterima kasih kepada Tamsil Linrung yang telah banyak membantu Kabupaten Takalar dan memprakarsai kegiatan diseminasi teknologi kepada petani.

Ia juga mengapresiasi dan mendukung tim dosen pertanian Unismuh. Dalam acara seremonial, Tamsil Linrung memberikan secara simbolis bantuan teknologi kepada masyarakat dengan menyerahkan kepada bupati Takalar dan selanjutnya bupati Takalar memberikannya kepada perwakilan kelompok Tani.

Tamsil Linrung dan Syamsari Kitta dalam acara seremonial diseminasi teknologi tersebut meresmikan penggunaan teknologi dengan mencoba mencacah batang jagung menggunakan mesin pencacah yang diberikan kepada masyarakat.

 

Citizen Journalism

Editor: Nursyanti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here