Sang Jenderal Buku, Kembali Gugat Tradisi Membaca 400 Orang Tua dan Siswa SMA 2

0
105
views

Apakabarkampus.com — Berbagai julukan yang digelarkan kepada Penggagas Perpustakaan Lorong Makassar ini, di antaranya Sang Jenderal Buku yang diberikan kepadanya atas jasa-jasanya memelopori gerakan membaca dan menulis di Sulsel. Selain menulis buku sejumlah Jenderal berlatar belakang petinggi TNI di tanah air, Bachtiar Adnan Kusuma oleh Pakar Komunikasi Unhas Dr.H.Aswar Hasan, M.Si, menyebutnya pantas BAK digelar jenderal buku karena konsistensinya memperjuangkan dunia perbukuan di Sulsel dan di Indonesia. Oleh budayawan Sulsel almarhum H.Udhin Palisuri adalah yang mempopulerkan istilah Jenderak Buku pada BAK di awal-awal tahun 2002. Sementara Ikatan Pelajar Muhammadiyah Makassar mengukuhkan Ketua Tim Andi Kadir Halid ini sebagai Panglima Literasi Makassar, tahun 2018.

BAK kembali menggugat budaya membaca dan menulis di Makassar belumlah membanggakan. Apalagi, BAK menilai kalau gerakan literasi hanya tumbuh dan berkembang masih sebatas pseudo literasi.Kita hanya terjebab pada kegiatan-kegiatan seremoni, ritual atas nama literasi, tapi akar dan sumbuhnya tidaklah mengakar dalam sebuah keluarga.

“Karena itu, dibutuhkan perlunya gerakan memassal dari orang tua, siswa dan guru-guru untuk menjadikan gerakan membaca sebagai gerakan memassal, berkesinambungan dan butuh figur teladan dari semua pihak”, papar BAK di depan 400 orang peserta di Tokyo Atrium Pipo Jl. Metro Tanjung Bunga, Sabtu (16/2).

Talkshow yang dipandu Arif Sikki, dan menampilkan BAK sebagai Pembicara Utama dan juga Amir Jaya. Menurut BAK menjadi penulis profesional haruslah ditempa dengan berbagai pengalaman panjang dengan menunjukkan karya bermutu. Penulis buku menurut BAK adalah profesi yang wajib ditekuni dengan serius dan punya prospek dan menantang.

Acara yang dihadiri Kepsek SMA 2 dan Pembina Kegiatan Literasi SMA 2 Icha mendapat sambutan hangat dari peserta yang hadir.*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here