Fisip UIT Workshop Jurnal Online Berstandar Nasional

0
56
views


AKK.COM.-Menyusul persiapan publikasi akhir April 2019, Open Jurnal System (OJS), Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisip), Universitas Indonesia Timur (UIT), yang diberi nama Pranata Edu, diselenggarakan Workshop bagi dosen, diselenggarakan di ruang seminar Fisip Kampus 1, lantai 2, Sabtu 13 April 2019, dibuka Wakil Rektor IV, Zulkarnain Hamson, S.Sos. M.Si.
Dalam sambutannya, WR IV UIT, menyampaikan amanah Rektor UIT, Dr. Andi Maryam, SST. SKM. M.Kes. yang menyebutkan pengelolaan Perguruan Tinggi (PT) sudah tidak lagi bersandar pada pola lama yang bergantung pada jurnal cetak. “Dewasa ini karya penelitian dan pengabdian juga pembelajaran, sudah berbasis online,” ujarnya. Sehingga salah satu cara menjajarinya adalah dengan mengikuti percepatan yang telah digariskan Kemenristek Dikti.
Zulkarnain Hamson, menyebutkan “Kini dosen tak cukup hanya memegang 1 atau 2 akun untuk melengkapi kinerjanya diperlukan sekurangnya 15 akun, baik itu akun media ilmiah, maupun media social,” ujarnya. Sembari menambahkan kredibilitas dosen sedang dalam taraf ujian transparansi dan akuntabilitas.
“Untuk jaringan jurnal ilmiah baik nasional maupun internasional tidak kurang dari 5 akun, sedangkan untuk media social yang familiar dengan jaringan jurnal ilmiah juga sekira 5 akun,” ujarnya. Internal Dikti, juga sekira kurang lebih 3 akun yakni Scholar, Sinta, dan Sister.
Workshop pengelolaan Jurnal Online standar akreditasi nasional, yang digelar Fisip UIT, itu kata Dekan Fisip UIT, Dr. (Cand) Dra. Nani Harlinda Nurdin, M.Si, melibatkan dosen dari tiga Program Studi (Prodi), yakni Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi. “Saya optimis, dalam waktu yang tidak lama lagi, dosen-dosen Fisip UIT, sudah mulai gencar mempublikasi hasil penelitian mereka dalam jurnal Pranata Edu,” ujarnya.
Pemateri tunggal workshop, Muhammad Ilham Bahtiar, S.Pd. M.Pd. yang juga Ketua Dewan Redaksi Jurnal Internasional Est UNM, dan Tim Ahli Relawan Jurnal Indonesia (RJI), memaparkan sistem pengelolaan jurnal dan berbagi trik menembus jurnal internasional bereputasi. “Saat ini Sulsel masih berada di rangking tengah dengan 60 jurnal standar akreditasi nasional. Masih dibutuhkan lebih banyak jurnal agar bisa bersaing secara nasional,’ ujarnya.(Irma)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here