JOIN Makassar Gelar Pelatihan Jurnalistik Angkatan I

0
12
views

Apakabarkampus.com — Jurnalis Online Indonesia (JOIN) DPD Kota Makassar melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) jurnalistik dengan Tema “Bersama JOIN Kota Makassar Kita Wujudkan Jurnalis Profesional” di Aula 3 Gedung LPMP Provinsi Sulawesi selatan, Jalan A. P Pettarani, Sabtu (3/8).

Kegiatan Diklat ini akan digelar selama dua hari dan menghadirkan tujuh pemateri dari Pusdiklat JOIN Kawasan Timur Indonesia dan dibuka langsung oleh Direktur Pusdiklat JOIN KTI Zulkarnain Hamson, S. Sos. M.Si.

Dalam sambutannya Zulkarnain Hamson mengatakan “Pendidikan bagi wartawan bersifat wajib, dikeranakan perkembangan masyarakat yang dilayani juga berkembang,” ujarnya.

Penekanan pentingnya pendidikan ujar Zulkarnain Hamson, yang juga Wakil Rektor IV Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar, dikarenakan tanggungjawab moral profesi wartawan, sebagai penyampai pesan dan informasi mesti akurat dan mencerahkan.

Ketua DPW JOIN Sulsel, Rifai Manangkasi, SE. MM. Dalam sambutannya menegaskan JOIN Sulsel, punya program hanya tiga, belajar, belajar dan belajar. Arahan belajar menunjukkan komitmen JOIN untuk mencerdaskan wartawan.

“Kita harapkan wartawan JOIN punya kapabilitas yang baik dalam menjalankan profesi wartawan,” ujarnya.

Ketua JOIN Makassar, Sabri, SKM. M.Kes, yang berbicara usai laporan ketua panitia Ibrahim, menyebutkan pelaksanaan pelatihan tidak memungut dana dari peserta. “Kami mengapresiasi pimpinan LPMP yang sudah berbaik hati membantu kami meyiapkan tempat pelatihan,” ujarnya.

Pada sesi pembukaan hari pertama, tampil Dr. Syamsu Rizal, MI. Panitia meminta mantan Wakil Walikota Makassar itu untuk memberikan masukan terkait mitra pengguna jasa wartawan. “Kita berharap dengan terus mengasah pengetahuan melalui pelatihan, wartawan tidak salah dalam memberitakan,” ujarnya.

Daeng Ical, sapan akrab wakil walikota Makassar periode lalu itu, juga mengingatkan di era digital informasi sangat mudah viral. “Wartawan perlu cermat dan berhati hati dalam memberitakan sebuah peristiwa, karena diperlukan pemahaman situasional yang baik, ” ujarnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here