Inspirasi dari Ibu Hj.Lies F Nurdin untuk Perpustakaan Lorong Parangtambung

0
28
views

Apakabarkampus.com — Pagi, Kamis (8/8) kami bersama Penggagas Perpustakaan Lorong Parangtambung yang juga tokoh literasi Sulsel Bachtiar Adnan Kusuma, memenuhi undangan ibu Gubernur Sulsel Ibu Ir. Hj. Lies F Nurdin, M.Fish., di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.

Pertemuan yang sangat hangat. Kami banyak bercerita tentang Perpustakaan lorong. Mulai dari konsistensi perpustakaan lorong hingga memasuki usia tahun ketiga. Kami bersyukur sebagai Relawan Perpustakaan Lorong Parangtambung dan Duta Baca Sulsel, Ibu Lies begitu antusias mendengar cerita kami bagaimans suka duka menginspirasi dari Lorong7 Parangtambung.

“Ibu Lies adalah tokoh yang mudah akrab pada semua orang, jauh dari kesan formal sebagai istri Gubernur Sulsel”, kata Reski Amalia Syafiin, S.H., Relawan Perpustakaan Lorong Parangtambung.

Disela-sela obrolan kami bertiga, beliau menyampaikan pesan yang sontak membuat kami terkesima. Ibu Lies mengutip pesan dari Alhamarhum Ayahnya, Prof.Dr.Ir.H.Fachrudin, mantan Rektor Unhas.

“Bapak tidak meninggalkan kalian harta, tetapi yang kami tinggalkan adalah pendidikan”. Ucap ibu Gubernur Sulawesi Selatan ini, mengutip pesan ayahandanya, Prof.Fachrudin. Begitu pentingnya peran pendidikan dalam pembangunan Bangsa ini. Hal itulah yang membuat kami sebagai Relawan Perpustakaan Lorong Parangtambung yang selalu semangat berbuat di perpustakaan lorong.

Menurut Reski Amaliah Syafiin, Duta Baca Sulsel ini, pada pertemuan ini juga ada banyak hal yang diharapkan Ibu Lies dari kami untuk membantu beliau dalam pendirian Perpustakaan Ibu dan Anak, Parangtambung akan dijadikan Lorong Percontohan Pendidikan Mitigasi tata cara menghadapi Tsunami yang melibatkan Kaum Ibu-Ibu dan Remaja.

“Sebuah harapan besar untuk Parangtambung kedepan seperti Jepang yang selalu siap menghadapi bencana Tsunami,” papar Bachtiar Adnan Kusuma, Ketua LPM Terbaik 1 Kota Makassar.

Menurut BAK, Ibu Lies adalah tokoh penggerak minat baca dan memberdayakan kaum perempuan bukan baru kali ini. Sejak bertahun-tahun mewakafkan waktunya dari desa ke desa, dari kelurahan ke kelurahan mencerahkan masyarakat agar bisa maju pendidikannya. Saat ini Ibu Lies, menurut BAK akan berkiprah lebih jauh lagi terutama menyediakan fasilitas ruang baca bagi anak dan kaum ibu di Sulsel.

“Setetes inspirasi dari Ibu Lies menjadi penyemangat buat kami untuk terus berjuang demi literasi dari lorong-lorong di kota Makassar”, kunci BAK yang menulis sejumlah buku tentang almarhum kedua orang tua Ibu Lies, Prof.Fachrudin dan Dra.Hj.Is Fachrudin. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here