PENDIDIKAN MERUPAKAN PROSES PERJALANAN HIDUP

0
247
views

Apakabarkampus.com – OPINI – “Pendidikan?” setelah mendengar kata pendidikan, umumnya hal yang pertama kali terbesit dalam benak kita adalah sekolah.

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, oleh karena itu setiap manusia berhak mendapatkan pendidikan terkhusus bagi seluruh warga negara Indonesia. Ketika kita berbicara mengenai pendidikan maka hal itu tidak akan pernah habis untuk diperbincangkan.

Pendidikan secara umum memiliki arti suatu proses kehidupan dalam mengembangkan setiap potensi individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. Hal tersebut sesuai apa yang dikemukakan oleh J.J Rousseau, seorang filsuf dari Perancis mengatakan bahwa “pendidikan memberikan kita pembekalan yang tidak ada pada masa kanak-kanak, akan tetapi kita membutuhkannya pada masa dewasa.”

Oleh sebab itu menjadi seorang yang terdidik sangatlah penting, mengapa demikian? Karena kita dididik agar bisa menjadi orang yang berguna baik untuk Negara, bangsa, dan agama. Sebab setiap manusia yang terlahir akan mendapatkan pendidikan pertama kali di lingkungan keluarga (pendidikan informal). Selain itu kita bisa mendapatkan pendidikan di lingkungan sekolah (pendidikan formal) dan lingkungan masyarakat (pendidikan nonformal).

Biasanya pendidikan informal diperoleh dari pengalaman sehari-hari yang dilakukan oleh manusia itu sendiri, baik yang dilakukan secara sadar ataupun yang dilakukan secara tidak sadar sejak kita lahir sampai mati.

Pendidikan informal juga biasa disebut sebagai pendidikan seumur hidup karena lingkungan keluarga secara tidak sadar akan selalu memberikan pelajaran kepada kita setiap harinya.

Hal itu sesuai yang dikemukakan oleh Syahraeni dalam tulisannya Tanggung Jawab Keluarga dalam Pendidikan Anak, bahwa sangat berpengaruh bagi seorang anak karena lingkungan, keluarga berfungsi untuk membantu kita agar mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakat dengan mengetahui kaidah-kaidah dan nilai yang dianut. Sehingga peran keluarga dalam lingkungan pendidikan itu dikatakan sangat penting khususnya orang tua.

Orang tua mendidik seorang anak dengan penuh kasih sayang yang tak pernah ada habisnya tanpa harus mengeluh dan tidak pernah mengenal kata lelah, anak yang dididik dengan penuh kasih sayang akan merasa bahwa dirinya dibutuhkan, dihargai, dan merasa aman.

Seseorang yang merasa mendapatkan kasih sayang yang cukup dari keluarga akan sangat mudah untuk saling membantu satu sama lain, saling menghargai, dan hal itulah yang sangat membantu proses perkembangan mental anak. Dengan demikian menjadi orang yang terdidik di lingkungan keluarga itu sangat penting.

Selain pendidikan informal kita juga bisa mendapatkan pendidikan yang bersifat formal (sekolah) atau sering kita sebut pendidikan kedua setelah pendidikan informal (keluarga). Biasanya pendidikan formal di dapatkan dari umur 7 tahun dan di Indonesia sendiri telah berlaku aturan bahwa setiap WNI wajib untuk mendapatkan pendidikan formal selama 12 tahun. Hal tersebut sesuai dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2014.

Semua orang menyadari akan hal itu tapi tak semua WNI bisa melanjutkan pendidikannya hingga ke tingkat Sekolah Menengah Atas dan sederajat, terlebih lagi untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Faktor utama yang menjadi penyebab banyaknya anak bangsa yang harus putus sekolah tak lain adalah persoalan biaya sekolah yang tak mampu dibayar.

Hal tersebut sesuai data dari UNICEF tahun 2016 sebanyak 2,5 juta anak Indonesia tidak dapat menikmati pendidikanlanjutan yakni sebanyak 600 ribu anak usia sekolah dasar (SD) dan 1,9 juta anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Jangankan wajib belajar 12 tahun, 9 tahun wajib belajar masih banyak yang belum dapat mengaksesnya. Hal itu sesuai dengan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa tingkat provinsi dan kabupaten menunjukkan terdapat kelompok anak-anak tertentu yang terkena dampak paling rentan yang sebagian besar berasal dari keluarga miskin, sehingga tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Hal ini juga didasarkan pada hasil penelitian Pusat Studi Kependudukan dan kebijakan Universitas Gadjah Mada mengungkap bahwa sebanyak 47,3% tidak melanjutkan pendidikan karena masalah biaya. Untuk itu diperlukan upaya dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan warga negara. Menjadi seorang yang terdidik itu sangatlah penting. Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan di Indonesia memang diperlukan untuk menjadikan Indonesia lebih baik.

Mengenai mutu pendidikan di Indonesia, indikator utama yang sangat berpengaruh adalah peran seorang guru (tenaga pendidik). Hal itu bisa diukur dari tingkat keberhasilan guru dalam mendidik peserta didiknya. Namun sampai detik ini kualitas pendidikan di Indonesia masih dikatakan sangat rendah. Hal itu sesuai dengan data dari Bank Dunia mengungkap sebanyak 55% anak usia 15 tahun di Indonesia secara fungsional buta huruf pada tahun 2018.

Guru (pendidik) sebagai fasilitator dalam dunia pendidikan adalah orang yang harus memberikan atau mentransformasikan ilmu yang dimiliki sesuai dengan kemampuannya. Seorang guru juga berperan dalam meningkatkan semangat dan motivasi belajar peserta didik serta memberikan bantuan dan dorongan agar anak dapat berkembang, baik secara pemikiran maupun tindakan. Sehingga anak akan belajar untuk menghargai dan menghormati hak orang lain.

Selain itu lingkungan masyarakat juga sangat berperan penting bagi peserta didik. Lingkungan masyarakat biasanya disebut pendidikan nonformal, mungkin beberapa di antara kita bertanya bahwa mengapa lingkungan masyarakat itu dikatakan sebagai pendidikan nonformal? Nah, masyarakat dikatakan sebagai pendidikan nonformal karena di lingkungan masyarakat kita bisa berinteraksi dan bertukar pikiran dengan banyak orang.

Di lingkugan itu pulalah yang bisa menentukan baik atau buruknya seseorang. Jika orang yang bergaul dengan orang yang kurang baik maka kita juga akan terpengaruh dengan orang tersebut begitupun sebaliknya.
Oleh karena itu sebagai orang yang terdidik kita harus mampu membedakan mana lingkungan yang baik dan mana lingkungan yang buruk. Yang pasti respon yang kita berikan dalam kehidupan sehari-hari baik itu di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat erat kaitannya dengan stimulus yang kita dapatkan dilingkungan kita.

Hal ini membuat kita belajar untuk memahami, mengerti, dan peka terhadap apa yang terjadi pada lingkungan dan orang lain. Di era globalisai seperti sekarang ini generasi muda diharapkan mampu mengaplikasikan semua ilmu yang dimiliki sesuai dengan tuntutan zaman. Itulah pentingnya mengapa kita harus menjadi generasi emas bangsa yang terdidik baik di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Bukankah semua tempat adalah proses pendidikan?(*)

Penulis : Mila Awaliah (Mahasiswi Prodi Administrasi Perkantoran UNM)

Editor : Adji

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here