Kadis Perpustakaan Sulsel Curhat ke Kepala Perpusnas RI Terkait Peningkatan Kesejahteraan Pengelola Perpustakaan Desa dan Sekolah

0
28
views

Apakabarkampus.com — Perpustakaan Nasional RI bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan kembali menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Tenaga Pengelola Perpustakaan Seluruh Provinsi di Indonesia yang dilaksanakan selama dua hari (24-25/10) di Hotel Four Point Makassar.

Kegiatan yang diikuti sekitar 200 orang peserta tenaga pengelola perpustakaan ini, dihadiri langsung Kepala Perpustakaan Nasional RI Drs. Muhammad Syarif Bado, M.M. yang juga menjadi Keynote speaker pada kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan Sijaya, S.H., M.H., dalam sambutannya se saat sebelum membuka kegiatan Bimtek tersebut mengatakan bahwa, hal yang menjadi keinginan kita adalah bagaimana caranya untuk lebih meningkatkan kesejahteraan pengelola perpustakaan baik itu perpustakaan desa maupun perpustakaan sekolah.

“Setidaknya regulasi itu bisa dimunculkan dari pusat, untuk kami bisa jabarkan di daerah. Entah apa bentuknya, mungkin itu akan menjadi ramuan-ramuan kita. Kita bicarakan bersama-sama agar nantinya di penghujung ini semua, bagaimana caranya di tahun-tahun yang akan datang tingkat kesejahteraan pengelola perpustakaan baik itu desa maupun sekolah semakin meningkat,” curhat Hasan di hadapan Kepala Perpusnas RI yang pada saat itu di dampingi Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan Dra. Opong Sumiati, M.Si.

Menanggapi hal itu, Kepala Perpusnas RI, Syarif Bando mengatakan bahwa Kesejahteraan itu penting, dan dirinya sudah mendengar dan mengetahui bahwa di seluruh Indonesia perhatian kesejahteraan bahkan honor bagi tenaga pengelola perpustakaan itu belum jelas dari Sabang sampai Merauke.
Namun demikian, lanjut pria asal Enrekang ini, beberapa hal saya ingin sampaikan sekaligus memberikan jawaban terhadap sambutan Pak Kadis.

“Yang pertama, Saya membawa SK Walikota Surabaya. Bapak ibu tahu, hari ini Walikota Surabaya memiliki 750 tenaga outsorcing pengelola perpustakaan untuk satu kota dan digaji sesuai dengan UMR Kota Surabaya,” ujar Syarif yang disambut aplaus dari para peserta.

“Selanjutnya, Kemarin saya dari Lampung melantik ibu Gubernur sebagai Bunda Literasi, beliau sudah bersedia akan menyiapkan SK untuk penggiat literasi se Provinsi Lampung dan mungkin dananya dari APBD Provinsi,”imbuhnya.
Oleh karena itu Syarif Bando mengharapkan kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel untuk berdiskusi, berkoordinasi dan meminta petunjuk ibu Ketua Penggerak PKK Sulsel, Ir. Hj. Liestiaty F. Nurdin, M.Fish., yang juga sudah dilantik menjadi Bunda Literasi.

“Mungkin beliau ini punya tim tentang penggiat literasi Sulawesi Selatan dan mengakomodir teman-teman yang ada, yang masih outsorcing untuk diberikan honor dari pemda Provinsi sesuai dengan UMR. Yang tidak kita setujui adalah honor yang 200 ribu, 300 ribu tidak manusiawi itu, ” tegas Syarif.

Meski demikian, Syarif Bando juga meminta kepada tenaga pengelola perpustakaan agar betul-betul memahami tugas pokok dan fungsinya.
“Susah kita mendapatkan pengakuan kalau kita selalu mengeluh, susah kita mendapatkan pengakuan kalau kita tidak jujur, bekerja dengan sebaik-baiknya. Dan pasti kita tidak bisa mendapat penghargaan kalau memang hasil kinerja kita belum pantas untuk dihargai,” kuncinya. * (naz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here