Dinas Perpustakaan Kota Makassar Menggelar Bedah Buku Puang Palipada Karya Dr. Andi Ibrahim

0
58
views

DApakabarkampus.com, Makassar—Dinas Perpustakaan kota Makassar menggelar bedah buku dengan judul “Implementasi Ajaran Tomanurung Puang Palipada dalam Perspektif Budaya Lokal Bugis-Makassar” karya Dr. Andi Ibrahim, S.Ag, SS., M.Pd. di Hotel Golden Tulip Essensitial, Jalan Sultan Hasanuddin No. 43 Makassar pada Selasa, (19/11/2019).

Kepala Dinas Perpustakaan kota Makassar, Andi Siswanto mengatakan dalam sambutannya bahwa bedah buku ini kita berharap dapat menggali budaya lokal secara ilmiah. Dan menanamkan niilai kritis.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta, penulis dan pembedah yang menyempatkan hadir pada kegiatan ini. Mari terus berkaloborasi mengembangkan perpustakaan di kota daeng ini,” ungkapnya.

Sementara Kepala bidang layanan Perpustakaan kota Makassar, Muhammad Fadli, S.E,. MM juga mangatakan bahwa bedah buku ini meruapakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan 3 kali setahun.

“Bedah buku ini kegiatan tahunan Dinas Perpustakaan dilaksanakn 3 kali setahun. Jadi memilih penulis-penulis lokal yang menulis tentang budaya Sulawesi Selatan. Dan tentu kita akan menyelaksi untuk diterbitkan karyanya dan dibedah,” ungkap Muhammad Fadli pada awak media setelah ditemui di ruang makannya.

Bedah buku ini menghadirkan narasumber yakni Prof. Halilintar Latief sebagai pembedah dan penulis buku, Dr.Andi Ibrahim S.Ag, SS., M.Pd. Dipandu oleh Tulus Wulan Juni. Juga turut hadir Litbang kota Makassar, penulis, penerbit, mahasiswa dan pegiat literasi dan budaya.

Penulis buku, Dr. Andi Ibrahim S.Ag, SS., M.Pd. menjelaskan bahwa menulis buku Puang Palipada sangat membutuhkan riset dan pengumpulan data-data yang sangat panjang. Dan tentunya perlu mencocokkan beberapa sumber termasuk lontarak (aksara).

“Saya menulis buku ini, bukan proses yang singkat, tapi perlu proses yang panjang. Mencari sumber yang cocok dan data-data mengeni Tomanurung dan Puang Padipada. Dan itu bermacam-macam perspektif dari masyarakat saya himpun,” ungkapnya pada awak media.

Kehadiran buku Puang Padipada ini, Dr. Andi Ibrahim berharap agar ada penulis baru  yang bisa melengkapi data-data yang kurang dalam buku tersebut.

“Sebenarnya saya menulis buku ini agar memicu penulis baru. Karena sejatinya buku yang bagus itu adalah buku menghadirkan banyak buku baru,” imbuh Andi Ibrahim yang juga Wakil Dekan 1 Fakultas Adab dan Humaniora UINAM itu.

Sementara Prof. Halilintar Latief sebagai pembedah menjelaskan bahwa Puang Palipada adalah tokoh dalam sejarah Enrekang yang mengajarkan kita perihal nilai kearifan lokal Bugis-Makassar. Buku  ini memperkuat orang bugis untuk menuntun kita mencari tahu karakter.

“Sebenarnya tokoh Puang Palipada dalam buku ini mengajarkan kita nilai kearifan lokal Bugis-Makassar dan menuntun kita mencari tahu karakter,” jelas Budayawan itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here