BAK: Gaya Kepemimpinan NA, Personifikasi Dua Tokoh Besar Sulsel

0
58
views

Apakabarkampus.com — Tokoh literasi Sulawesi Selatan, Bachtiar Adnan Kusuma, mengumpamakan sebuah pohon, integritas adalah akarnya. Kendati berada di dalam tanah dan tidak terlihat hampir sepanjang waktu, akarnya berperan penting dalam menyalurkan makanan, memberikan kekuatan, stabilitas dan pertumbuhan pohon. Seseorang bisa berhasil dan sukses dengan baik karena mampu menjaga dan merawat integritasnya dengan baik. “ Saya melihat Gubernur Sulawesi Selatan Prof.Dr.Ir. H.Nurdin Abdullah,M.Agr, adalah tokoh yang mampu merawat dan menjaga integritasnya dengan baik”, papar Ketua Forum Komunikasi Perpustakaan Lorong Desa Sulsel ini, seusai menemui Gubernur Sulsel di Rujab Gubernuran, Sabtu (1/1).

Menurut ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) terbaik I tingkat Kota Makassar 2017 ini, integritas yang dimiliki Nurdin Abdullah bisa menjadi contoh dan teladan bagi kita semua bagaimana seorang tokoh pemimpin kukuh dan menjaga nilai-nilai dan semangat kejujuran. Nilai-nilai dan semangat kejujuran sekaligus profesionalisme dalam mengelola kepemimpinan tidaklah lepas dari dua tokoh besar Sulsel yang juga mentornya yang hebat. Misalnya saja, sosok Prof. Nurdin Abdullah tidak bisa dilepaskan dari tokoh besar yang ikut memengaruhi karakter kepemimpinan, kejujuran, integritas dan menjaga betul kredibilitasnya. Menurut BAK, kedua tokoh hebat itu, Prof. Dr.Ir.H.Fachrudin ( mertua NA), mantan Rektor Unhas dan Pendiri Fakultas Pertanian Unhas dan Prof.Dr.H.Achmad Amiruddin Pabbitei, mantan Gubernur Sulsel dan mantan Rektor Unhas.

“Saya menilai kedua tokoh hebat inilah ikut mewarnai dan mempengaruhi kepemimpinan Nurdin Abdullah,” kata Sekjend Asosiasi Penulis Profesional Indonesia Pusat ini.

Lebih jauh, BAK mengenang Prof. Fachrudin dikenal tokoh yang sangat jujur, sederhana dan lebih memilih berhenti sebagai anggota DPR RI sebelum masa periodenya habis di Senayan. Sementara Prof. Dr.H.Achmad Amiruddin, dikenal Gubernur Sulsel yang punya karakter, visi besar, jujur, berani dan tidak neko-neko. “ Kedua tokoh inilah yang sangat besar menjiwai dan mewarnai semangat kepemimpinan NA membangun Sulsel lebih besar, lebih maju dengan mengutmakan pendekatan hati” urai BAK.

Karena itu, BAK menilai integritas dari akar katanya berhubungan dengan keutuhan manusia dengan karakter, dengan pemenuhan dan kebaikan. “Saya menganggap tokoh yang berintegritas tinggi adalah orang-orang yang seimbang dan komplit, dengan karakter yang kuat dan memiliki prinsip. Benarlah apa yang disebut Sthepen M.R.Covey, dalam bukunya The Speed of Trust bahwa integritas berarti kejujuan, namun sebagian orang tidak tahu bahwa integritas juga mencakup kerendahan hati. Dan inilah yang terukir dan terpersonifikasi dalam kepemimpinan Gubernur Sulsel. Pak Gubernur punya cita-cita besar dan luhur untuk membesarkan Sulawesi Selatang ” kata BAK. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here