Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Gorontalo Studi Komparatif ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel

0
76
views

Apakabarkampus.com– Dalam rangka meningkatkan budaya baca dan indeks literasi masyarakat, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Gorontalo melakukan kunjungan studi komparatif ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.

Kehadiran rombongan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Gorontalo yang dipimpin Kepala Bidang Perpustakaan, Yusnita Pantu, S.E, M.M ini, diterima oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Sulsel, Ir. Lubis M.T.

“Maksud kunjungan kunjungan kami untuk melihat bagaimana pengembangan dan penataan perpustakaan di DPK Sulsel utamanya pada sistem penataan perpustakaan secara digital,” ujar Yusnita.

Sementara itu Sekdis DPK Sulsel Lubis, dalam sambutan penerimaannya menjelaskan kemajuan dan perkembangan DPK Sulsel utamanya perkembangan kegiatan pembinaan perpustakaan termasuk program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang sangat sejalan dengan visi dan misi gubernur Sulsel.

Sekdis yang pada kesempatan itu di dampingi Koordinator Pustakawan Sulsel Syamsul Arif, S.Sos, M.A bersama Kepala Seksi Otomasi Drs. Muh. Syahrir Razak, M.AP, Koordinator Layanan Perpustakaan Safaruddin, S.Sos, M.AP dan Pustakawan Senior Drs. Syahruddin Umar, M.M, juga menjelaskan salah satu strong point pengembangan perpustakaan provinsi Sulsel saat ini yaitu perpustakaan lorong.

Penjelasan lebih lanjut terkait dengan keberadaan dan pengembangan perpustakaan lorong ini, dipaparkan langsung oleh penggagasnya, Bachtiar Adnan Kusuma yang juga hadir dalam pertemuan dengan rombongan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Gorontalo ini.

Berbagai persoalan teknis lainnya terkait dengan penataan dan pengembangan perpustakaan juga menjadi bahan diskusi dalam pertemuan ini, sebelum rombongan dari Perpustakaan Gorontalo ini melakukan peninjauan langsung ke ruang layanan dan perpustakaan multimedia.

“Banyak informasi yang kami peroleh dari kunjungan ini dan menjadi bahan untuk kami laporkan ke Kadis,” ujar Yuanita, sembari menambahkan bahwa ada beberapa hal yang bisa direflikasi nanti di perpustakaan Gorontalo.* (naz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here