Patuhi Imbauan Kerja dari Rumah, Guru-guru SDN Borong Rapat via Online

0
13
views

Apakabarkampus.com — Rapat dewan guru di SD Negeri Borong, Jumat, 27 Maret 2020, terasa berbeda dibanding hari-hari biasanya. Jika lazimnya mereka rapat tatap muka dalam ruangan yang sama, kali ini melalui online. Rapat daring dilakukan untuk mematuhi imbauan pemerintah agar kerja dari rumah saja atau work from home. Ini akibat merebaknya virus Corona sejumlah daerah di Tanah Air termasuk Sulawesi Selatan.

Rapat perdana dengan menggunakan aplikasi zoom ini dipimpin Kepala SD Negeri Borong, Dra Hj Hendriati Sabir, M.Pd. Moderator rapat yang penuh sejarah ini adalah M. Amin Syam, S.Pd yang sehari-hari merupakan guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK).

Menurut Hj. Hendriati Sabir, ada 3 agenda rapat yang dibahas, yakni Surat Edaran Mendikbud No. 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, pelaksanaan ujian sekolah, dan pelaksanaan ulangan harian dengan menggunakan google classroom.

M. Amin Syam, mengakui rapat dengan menggunakan perangkat teknologi sangat membntu dalam situasi seperti sekarang. Ini bentuk kontribusi yang bisa dilakukan di mana setiap orang diajak tetap berada di rumahnya dan tetap work from home untuk memutus mata rantai virus corona.

“Teman-teman juga mau tidak mau harus belajar mengikuti perkembangan zaman, yang menuntut pemanfaatan teknologi canggih dalam pembelajaran,” ungkapnya usai menunaikan tugas sebagai moderator rapat.

Sejumlah guru tampaknya menikmati pengalaman pertamanya dengan membagikan suasana rapat mereka dalam bentuk status WhatsApp. Ini terbaca pada status Evawaty Bahtiar, Neni Wahyuni dan Rosmawaty. Mereka terlihat senang karena bisa tetap bekerja melaksanakan tugas sekaligus bersilaturahmi dengan pimpinan dan rekan gurunya.

Andi Etty Cahyani, S.Pd berkisah bahwa rapat dengan bertatapan langsung begitu menyenangkan. Sambil bertukar pendapat mereka juga bisa melihat suasana rumah dari teman-temannya.

“Alhamdulillah rapatnya menyenangkan karena kita muncul dengan wajah yang asli. Adami yang belum mandi, ada juga yang baru pakai mukena,” ungkap Andi Etty dalam logat Makassar.

Meski begitu, katanya, apa yang dibahas dan ingin dicapai dalam rapat terpenuhi. Pemberlakuan social distancing, yang kini diubah oleh Badan Kesehatan Dunia, WHO, dengan physical distancing, memang tak harus menyurutkan produktivitas kerja. Apalagi bagi guru yang masih terus secara terjadwal melakukan pembelajaran daring, seperti dilakukan guru-guru SD Negeri Borong, Kecamatan Manggala, Makassar.

Meski baru pertama dilakukan, rapat tadi diikuti 11 guru. Guru yang ikut meeting online, yakni M. Amin Syam, Hj. Rabiah, Andi Sumi, Andi Zubaedah, Hj. Eda, Evawaty Bahtiar, Andi Etty Cahyani, Neni Wahyuni, Hj. Hanida, dan Rosmiaty. Beberapa guru mengalami kendala jaringan karena lambat loading sehingga tidak bisa turut serta.

“Semoga dalam rapat daring berikutnya makin bertambah pesertanya,” harap Hj. Hendriati Sabir.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here