Sudah mundur dan kalah suara tapi mau dilantik jadi Dekan FKM, Alumni ; harusnya punya malu

0
30
views

apakabarkampus.com – Makassar. Ketua Sapma Pemuda Pancasila Makassar, Husnul Mubarak, menanggapi kisruh pemilihan Dekan FKM UMI yang mengalami kegagalan dalam berdemokrasi.

Baginya apa yang di pertontonkan oleh pihak Rektor UMI adalah bagian dari proses kegagalan demokrasi, pelantikan calon Dekan FKM yang kalah suara dan telah menyatakan mundur adalah bukti Rektor UMI tidak menghargai sebuah proses demokrasi. Dia menilai ini bukan pemilihan Dekan, Tapi hanya sebuah penunjukan yang dilakukan oleh Rektor UMI, Prof. Dr. Basri Modding SE, Msi.

“Rektor UMI telah gagal memberikan pelajaran demokrasi yang baik di lingkup UMI, Pelantikan Dekan Yang dilakukannya kepada orang yang telah mundur dari pencalonan adalah hal yang sangat keliru, ini bukan pemilihan Dekan, Tapi hanya penunjukan Dekan oleh Rektor, proses penjaringan yang dibuat Rektor itu hanya akal-akalan saja” Ungkap Husnul

Alumni FKM jurusan keprawatan ini menambahkan bahwa seharusnya calon dekan yang telah kalah di proses penjaringan dan menyatakan mengundurkan diri dari pencalonan mempunyai rasa malu dan wibawa sebab manusia harus mampu menyamakan perkataan dan perbuatan.

“Harusnya calon Dekan yang kalah suara dan telah menyatakan mengundurkan diri dari pencalonan punya rasa malu untuk dilantik jadi Dekan, itu artinya orang ini Tidak Taro Ada Taro Gau (Tidak Sama Perkataan Dan Perbuatan)”. Ucapnya kesal.

Saya menghimbau kepada seluruh Alumni FKM UMI untuk tidak berpartisipasi dalam Akreditasi Prodi dalam lingkup FKM UMI. Saya juga minta ketua IKA FKM menyurat ke LAM-PTKes dan seluruh asosiasi profesi kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan. Supaya seluruh Indonesia tahu apa yang terjadi di FKM UMI.
Tutup Sekertaris Senat Mahasiswa FKM periode 2011-2012 ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here