Pita Hitam Perjuangan

0
177
views

Oleh: Aswar Sulvikar Parajai
Ketua Umum Lego-Lego Institute

Ditengah fenomena wabah ‘Corona Virus Disease 19 (Covid-19)’ atau awam dikenal dengan nama Virus Corona, ada sosok yang mendedikasikan dirinya berjuang dengan sepenuh hati untuk meminimalisir hilangnya nyawa yang ditimbulkan wabah tersebut.

Figur yang paling sengaja menghambakan baktinya untuk kemanusiaan, selangkah lebih dekat untuk menjadi korban ganasnya ‘Covid 19’.

Sosok itu ku perkenalkan dengan nama Perawat, sderet abdinya telah kita saksikan, berbekal peralatan seadanya sebagai pelindung, mereka menggaransikan diri bertaruh nyawa dan berada digarda terdepan dalam penanganan pasien Covid19 tersebut.

Namun pengorbanan mereka berbanding terbalik dengan timpalan yang dihadiahkan untuknya, stigmatisasi dari tempat tinggalnya, fasilitas persinggahannya dianggap berlebihan, bahkan jenazah salah satu dari mereka yang gugur ditolak untuk dikebumikan oleh sekelompok masyarakat yang tak tahu diri.

Sungguh perlakuan mereka menaruh sayatan yang sangat dalam dihati para sejawat, menggarami luka keluarganya yang ditinggalkan.

Lalu ketabahan apalagi yang harus dipunyai perawat?

Doaku untukmu kawanku yang berpulang, berbaringlah dengan tenang, perjuangan mu dikenang sebagai pejuang, kini kusematkan pita hitam di lengan kiri untukmu dan semoga untuk waktu berikutnya tak adalagi diskriminasi sosial untuk mereka para pahlawan ditengah pandemi.

Sebagai jebolan dari pendidikan perawat yang belum berkesempatan menjadi bagian digaris perjuangan, saya hanya berpesan, “Jika tak mampu berbuat jangan menghujat.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here