Solusi Tuntas Permasalahan Masyarakat

0
30
views

Oleh: Ma’arif Amiruddin
Founder Pajokka Event
Public Speaker
Praktisi Property Syariah

Bulan Ramadhan telah meninggalkan kita, tentu kita berharap ada kesan yang mendalam tertinggal dalam diri. Tak lain kesan itu adalah perubahan sikap dan kebiasaan yang dulunya santai dan abay, menjadi taat dan peduli akan agama yang mulia ini.

Tentu kita pula berharap, bahwa seluruh amal ibadah yang kita kerjakan sepanjang bulan Ramadhan ini diterima oleh ALLAH swt.

Dan tentu kita pula berharap bawha selepas bulan Ramadhan ini kita telah meraih predikat taqwa yang merupakan hikmah dilaksanakannya puasa.

ALLAH swt. berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183).

Kata taqwâ berasal dari kata waqâ. Artinya, melindungi. Kata tersebut kemudian digunakan untuk menunjuk pada sikap dan tindakan untuk melindungi diri dari murka dan azab
ALLAH SWT. Caranya tentu dengan menjalankan semua perintah ALLAH SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.

Namun ketaqwaan tersebut tidak sebatas hanya pada tataran individu saja, melainkan masyarakat juga harus beraqwa dan negara pun harus pula bertaqwa.

Ketaqwaan negara ditunjukkan dengan mengambil dan menerapkan hukum-hukum Islam yang berhubungan dengan tata cara pengelolaan negara.

Kondisi Masyarakat Saat Ini

Saat ini, msayarakat tengah ditimpa berbagai persoalan, mulai dari serangan virus corona yang kian hari belum menunjukkan tren penurunan, resesi ekonomi dan PHK yang menyebabkan daya beli msyarakat jatuh pada titik terendah dan kebijakan-kebijakan penguasa yang tidak pro rakyat, sebut saja kenaikan BPJS, UU Minerba dan omnibus law.

Masyarakat seakan berada dalam kondisi sedang jatuh, kemudian tertimpa tangga dan terlindas motor. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksejahteraan yang dirasakan oleh masyarakat.

Namun kita tidak boleh berfokus pada masalah, lebih baik menyalakan lilin daripada sibuk mengutuk kegelapan.

Islam adalah agama yang paripurna dan sempurna, mengatur segala urusan maunusia mulai dari urusan masuk wc hingga yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Islam adalah agama solutif yang mampu memberi jawaban atas segala permasalahan manusia.

Permasalahan yang masyarakat alamai pada hari ini, jawabannya telah ada dalam Islam, namun manusianya sajalah yang masih ‘ngeyel’, tidak mau jujur pada diri sendiri, masih sibuk berputar-putar pada solusi yang lahir dari pemikiran dangkal manusia.

Sudah saatnya kembali kepada Islam, menerapkan Islam secara sempurna, menyeluruh dan tanpa tebang pilih. Sebab ini juga merupakan perintah dari ALLAH swt.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 208)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “ALLAH ta’ala berfirman menyeru para hamba-Nya yang beriman kepada-Nya serta membenarkan rasul-Nya untuk mengambil seluruh ajaran dan syari’at; melaksanakan seluruh perintah dan meninggalkan seluruh larangan sesuai kemampuan mereka.” (Tafsir Ibn Katsir 1/335).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here