PPNI Dicederai Keputusan yang Salah

0
149
views

Catatan salah seorang perawat di Kota Makassar

Pada 21 November 2020 PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) mendeklarasikan dukungan terhadap paslon no. 1 Danny Pomanto dan Fatmawaty.

Merupakan sikap yang sangat mencederai PPNI. PPNI adalah perwakilan dari seluruh perawat yang ada, mulai dari honorer sampai ASN, secara tidak langsung semua terwakilkan. Termasuk saya sebagai perawat.

Intervensi akan ada. Data perawat di Makassar sudah pasti di pegang oleh PPNI Kota Makassar. Data itulah yang menjadikan organisasi profesi ini menjadi seksi dikalangan politisi. Tak salah jika kontestasi selalu menjual program-program kesehatan. Mulai dari mensejahterahkan petugas sampai pada kemudahan akses pelayanan kesehatan.

Saya cukup menghargai keputusan dari ketua DPD Kota Makassar tak lain demi kesejahteraan perawat. Tapi yang kemudian menjadi masalah adalah PPNI adalah organisasi profesi yang belum pantas memihak pada salah satu paslon. Dan yang menjadi cacatan penting adalah PPNI tidak boleh mengintervensi perawat untuk menyatakan dukungan terhadap paslon lain.

Organisasi ini bukan partai. Meski seprofesi bukan berarti harus taat pada kebijakan Organisasi Profesi (OP) terkait arahan politiknya.

PPNI mestinya konsen untuk menjaga ritme persatuan perawat. Dengan tidak mengambil sebuah keputusan secara organisasi. Karena ketika hal itu terjadi tentu akan mengalami perpecahan secara internal. Kami tetap menghargai tapi sikap kami sebagai perawat tidak ingin mendapat tekanan politik secara struktur dan mengatasnamakan PPNI. PPNI harus netral, di dalamnya ada ASN, yang tentu harus netral.

Saya sebagai perawat yang tergabung dalam PPNI tentu kecewa dengan keputusan ketua DPD KOTA Makassar. Tentu bukan hanya saya yang mengalami kekecewaan ini, masyarakat yang mengenal tentu akan membangun stigma negatif terhadap PPNI, menganggap bahwa PPNI adalah jembatan politik yang setiap musim politik harus direnovasi dan mendapat bagian yang bisa dicicipi.

Saya sangat berharap agar PPNI menarik pernyataan politiknya. Karena kami tidak ingin mendapat intervensi. Kami berharap PPNI harus tetap netral. Hargai kami yang berbeda di didalamnya, hargai ASN yang netral.

Jangan sampai keputusan ini hanya dilahirkan oleh pegulat politik tertentu yang kebetulan tergabung dalam PPNI. Kami juga mengharap agar DPW. PPNI SULSEL DPP PPNI menindak tegas pernyataan dukungan terhadap salah satu paslon. Mengingat PPNI adalah organisasi yang harus Netral, organisasi yang keberpihakannya pada sisi kemanusiaan secara profesional bukan sebagai jembatan politik.

PPNI adalah milik semua Perawat, tempat perlindungan perawat, tempat keluh kesah. Ketua DPD PPNI Kota Makassar salah dalam mengambil sikap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here